Connect with us

Kolom

PENTINGNYA KRITIS: SEBUAH REFLEKSI

Kritislah terhadap ketua, pimpinan, atau presiden sekalipun. Supaya kelak kita punya hujjah, bahwa kita tidak diam terhadap keterpurukan dan kedzoliman atas kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

MUHAMMAD ALI ZUBAIR

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

Ada ungkapan pepatah _“Tak ada gading yang tidak retak”_ Pepatah tersebut menunjukkan bahwa di dunia ini tidak ada seorangpun yang sempurna.

Setiap orang pasti punya kelemahan dan kekurangan. Akan tetapi, di balik kelemahan dan kekurangan yang dimiliki seseorang, namun disisi lain, kita harus sadar bahwa dia pasti memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.

Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki seseorang bukanlah untuk tujuan saling dihinakan, direndahkan, saling mengejek atau saling menjatuhkan dan sebagainya. Akan tetapi, bagaimana dengan kelebihan dan kekurangan itu kita bisa hidup saling memberi dan menerima, saling melengkapi satu dengan lainnya

Oleh sebab itu, kita kritisi pimpinan, pemerintah dan bos bahkan guru kita, jika kita mendapati mereka lalai dan salah, karena mengkritisi mereka adalah bentuk kepedulian dan kecintaan kita kepadanya. Mengkritik itu adalah bagian dari kewajiban kita, untuk berkontribusi membangun kebaikan dan kenyamanan dalam berkomunitas dan bersosial.

Tapi ingat, kritik harus cerdas, bernilai dan pada tempatnya, karena kalau mengkritik berdasarkan ketidaksukaan, kebencian dan dendam, apalagi kita belum kenal secara langsung dan tidak banyak tahu masalah yang sesungguhnya, akan dikhawatirkan hal itu menjadikan ghibah dan fitnah yang akan melahirkan kesalahan dan kedzoliman yang baru serta membahayakan kehidupan kita di dunia, dan lebih-lebih di akherat kelak.

Sekali lagi, kritislah terhadap ketua, pimpinan atau presiden sekalipun, supaya kita kelak punya hujjah, bahwa kita tidak diam terhadap keterpurukan dan kedzoliman atas kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Semoga kita lebih dewasa di zaman fitnah media sosial ini. Karena jika kita tidak bijak dan adil, kita bisa saling menyalahkan dan dengki antar saudara, keluarga dan teman dalam berbagai komunitas.

Advertisement

Populer