Connect with us

Elektoral

Pengamat: Ketimbang Gelar Munaslub, Golkar Lebih Baik Tinggalkan Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo mengenakan jaket berwarna kuning saat bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pasca Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua MUI Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya di Pilpres 2019, gelembung protes terus diutarakan, termasuk oleh partai koalisi pro-Jokowi.

Anggota Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Fadel Muhammad, bahkan secara terbuka mengaku kecewa karena Jokowi tak menggaet kader Golkar sebagai calon wakil presiden. Karena itu, lanjut Fadel, internal Golkar kini tampak terbelah dalam menyongsong Pemilihan Presiden 2019.

Usai Jokowi mendeklarasikan Ma’ruf Amin, isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mencuat. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kini dinilai tidak bisa meyakinkan Jokowi dan parpol koalisi.

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun menjelaskan, yang bisa dilakukan Golkar dalam menyikapi gejolak penolakan dan isu Munaslub itu adalah dengan menyatakan keluar dari koalisi pro-petahana.

Rico mengatakan, meninggalkan Jokowi risikonya lebih kecil daripada harus menggelar Munaslub. Pasalnya, Munaslub diyakini akan membuat internal partai kembali pecah. Hal tersebut sangat riskan terutama jelang Pemilihan Legislatif di Pemilu 2019.

Menurut Rico, dari beberapa hasil lembaga survei, banyak massa pemilih Golkar yang tidak menghendaki Jokowi kembali jadi presiden pada 2019.

“Kalau secara legal formal, tidak mungkin dukungan dicabut di KPU. Yang mungkin bisa dilakukan adalah mencabut secara kultural, dan Golkar secara institusi berlepas diri dari Jokowi. Memindahkan suaranya ke kubu oposisi,” ungkap Rico, Sabtu, (25/08/2018).

Selain itu, pernyataan Fadel Muhammad sebenarnya untuk mengingatkan kembali, bahwa seharusnya Golkar harus memiliki sosok capres atau cawapres sendiri. Hal tersebut, kata Rico, akan menjadi magnet elektoral bagi Golkar di Pemilu 2019.

“Hanya dua partai yang memiliki magnet parpol yaitu PDIP dan Gerindra. Dan Golkar tidak memiliki tokoh,” pungkas dia.

Baca Juga:  Indonesia Bukan Negara Target Utama Teroris

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer