Penanggung Jawab Pasar Diduga Halangi Saksi Berikan Keterangan Soal Pungli Pasar Ganding

2 min read

SUMENEP – JARRAK.ID – Polres Sumenep dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan kepada 12 saksi dalam kasus dugaan pungutan liar di Pasar Ganding, Sumenep. Mereka akan dipanggil dan dimintai keterangan dalam jam dan tanggal yang berbeda-beda.

Namun berdasarkan cerita salah satu saksi yang rencananya akan dimintai keterangan pada Selasa, (30/07/2019) mengaku bahwa dirinya didatangi Penanggung Jawab Pasar Ganding, Syafiie yang memberitahukan bahwa pemeriksaan ditunda, bukan dilaksanakan pada besok.

Menurut dia, sebagaimana pernyataan Syafiie kepada dirinya bahwa penyidik Polres Sumenep yang rencananya akan melakukan pemeriksaan sedang ada kegiatan di Surabaya.

“Menunggu panggilan (selanjutnya, red),” kata dia saat dikonfirmasi Jarrak.id sembari meminta agar identitasnya dirahasiakan, Selasa malam, (29/07/2019).

Sementara itu, Penanggung Jawab Pasar Ganding, Syafiie berdalih bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan informasi jika pemeriksaan kepada salah satu saksi akan ditunda.

“Bukan penundaan, tadi Pak Hariyanto (Penyidik Polres Sumenep, red) besok ada acara di Surabaya. Bukan menunda, untuk yang besok lanjut, dan Rabu sampai Kamis lanjut. Hal itu suruh disampaikan (kepada saksi, red),” kata dia.

Saat ditanya apakan dirinya juga mendatangi salah satu saksi untuk menyampaikan penundaan pemeriksaan, Syafiie membantah bahwa dirinya hanya diberikan amanat agar menyampaikan informasi jika penyidik Polres Sumenep besok ada kegiatan di Surabaya.

“Tadi Pak Hariyanto (penyidik Polres Sumenep, red) meminta tolong kepada saya untuk menyampaikan kepada dua saksi bahwa ada acara di Surabaya, tapi tetap ditunggu, Rabu dan Kamis lanjut,” tegas dia.

Sebelumnya, Laskar Pemuda Ganding (LPG) resmi melaporkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Purnomo ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Rabu, (13/02/2019).

Purnomo dianggap mengetahui dan bertanggung jawab serta diduga ikut menikmati hasil pungutan liar (Pungli) kepada para pedagang di Pasar Ganding, Sumenep, terutama selama renovasi dilakukan.

“Kita juga menyertakan beberapa bukti dan temuan di lapangan dalam laporan yang sudah resmi diterima Polres Sumenep, termasuk kesaksian pedagang pasar yang mengaku jadi korban pungli oknum tertentu,” kata Ketua LPG, Moh Rusydi kepada Jarrak.id di Mapolres Sumenep, Rabu siang, (13/02/2019).