Connect with us

Bisnis

Pemudik Menggunakan Pesawat Turun Hingga 32 Persen, Ini Penjelasan Kemenhub

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jumlah pemudik yang menggunakan pesawat pada Lebaran Idul Fitri 1440 H turun drastis hingga mencapai 32%.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti mengatakan tren ini terjadi karena adanya perbedaan waktu libur.

“Saat ini libur Lebaran tidak berbarengan dengan liburan anak sekolah. Beda dengan tahun lalu,” ujar Polana kala ditemui di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, (08/06/2019).

Ia memprediksikan bahwa penumpang pesawat akan terus tumbuh sampai bulan Juli mendatang, seiring dengan masuknya libur sekolah.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa menurunnya jumlah pemudik yang menggunakan pesawat karena pindah kepada moda transportasi yang lain, terutama usai dibukanya Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Dengan begitu, ia memperkirakan harga tiket pesawat bukan satu-satunya faktor yang membuat angka penumpang angkutan udara merosot.

“Tarif pesawat yang berlaku saat ini bukan alasan yang menyebabkan penurunan karena tarif batas atasnya sudah turun. Seharusnya harga tiket Lebaran tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu,” ucapnya.

Kendati begitu, Kementerian Perhubungan masih akan melakukan pendalaman terhadap tren penurunan jumlah penumpang angkutan udara. Analisis tersebut bakal dilakukan oleh tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pasca-arus balik kelar.

Menurut sistem informasi angkutan dan sarana transportasi Indonesia atau Siasati, jumlah keberangkatan penumpang di 36 bandara secara kumulatif mulai H-7 hingga H+2 hanya 2,1 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, angka pergerakan penumpang mencapai 3,2 juta.

Baca Juga:  Erick Thohir Akan Diperiksa Soal Kasus Korupsi Asian Games, Ini Penjelasan Polisi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer