Connect with us

Daerah

Pemuda Desa Montorna Sumenep Kritisi Jalan Berlumpur dan Distribusi Raskin yang Tak Jelas

HOLIDI

Published

on

Salah satu ruas jalan di Desa Montorna, Pasongsongan, Sumenep yang berlumpur dan licin saat musim hujan sudah tiba (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kondisi infrastruktur jalan yang ada di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura begitu memprihatinkan.

Saat musim hujan tiba, jalan utama yang menjadi akses masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas kondisinya berlumpur, sehingga menyulitkan pengguna jalan.

Pemuda Desa Montorna, Pasongsongan, Sumenep, Zubairi (Doc. JARRAK)

Tokoh pemuda Desa Montorna, Zubairi mengatakan bahwa sekalipun ada perbaikan, kondisi jalan tetap memprihatinkan. Tidak lama usai diperbaiki, jalan akan rusak kembali.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang bukan hanya rusak, tetapi juga berlumpur. Kondisi ini sudah lama terjadi di Desa Montorna. Sekalipun ada perbaikan, tetapi kondisinya tetap memprihatinkan,” kata Zubairi kepada Jarrak.id, Minggu, (07/07/2019).

Selain berlumpur, jalan juga menjadi licin sehingga membahayakan masyarakat desa yang sedang melintas.

“Kondisi seperti ini sudah lama kita hadapi. Sudah dianggap biasa oleh masyarakat. Karena masyarakat tidak bisa berbuat lebih,” tegas jebolan Universitas Trunoyojo Madura (UTM) Bangkalan tersebut.

Ia berharap pemerintah desa bisa menangkap berbagai keluhan masyarakat, terutama untuk segera memperbaiki jalan utama yang menjadi sarana bagi masyarakat dalam melakukan berbagai aktifitas.

Terlebih kata dia, sekarang sudah ada Dana Desa (DD) yang sedianya harus betul-betul digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Hakikatnya kan Dana Desa (DD) digunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Jadi perangkat desa, terutama kepala desa harus cerdas dalam menangkap situasi ini,” tegas Zubairi.

Zubairi juga menyoroti masalah distribusi Raskin (Beras untuk Rumah Tangga Miskin) yang dinilai dia tidak jelas.

“Kalau di desa lain kan jelas setiap bulan sekali masyarakat menerima dalam jumlah tertentu sebagaimana sudah diatur. Tetapi disini sejauh yang saya ketahui, distribusinya tidak jelas kepada masyarakat,” sesal Zubairi.

Baca Juga:  Marak Aksi Penjarahan, Sejumlah Masyarakat Gagal Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Seharusnya kata dia, dalam setiap bulan masyakarat berhak menerima Raskin yang sekarang sudah diubah menjadi Beras Sejahtera (Rastra).

“Masalah ini sudah muncul sejak lama, dan tetap terjadi sampai sekarang. Kita berharap, perangkat desa terutama kepala desa bisa taat pada aturan, dan mendistribusikan Rastra sebagaimana ketentuan. Tidak boleh ada penyelewengan,” tandas Zubairi.

Advertisement

Berita Populer