Connect with us

Daerah

Pemkab Waykanan Lampung Belajar Manajemen ke BPRS Sumenep

HOLIDI

Published

on

Pemkab Waykanan, Lampung melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke BPRS Bhakti Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Pemerintah Kabupaten Waykanan, Lampung melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke BPRS Bhakti Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kunker akan dilaksanakan selama tiga hari.

Rombongan terdiri dari Wakil Bupati Way Kanan, Edrward Antony; Asisten II Setda Waykanan, Kussarwono; Kepala Bappeda Way Kanan, Rudi Jok; Kepala BPKAD Way Kanan, Ade Cahyadi; Kabag Hukum, Zakaria; dan Kabag Perekonomian, Andika.

Rombongan diterima langsung Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Sekda Sumenep, Edi Rasiyadi dan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko di Ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Selasa, (08/01/2019).

Wakil Bupati Waykanan, Edward Anthony mengatakan, Kunker yang dilakukan pihaknya dalam rangka belajar soal manajemen dan tata kelola BPRS Bhakti Sumekar di Sumenep untuk kemudian diterapkan di BPRS Way Kanan.

“Kunjungan kerja ini untuk melihat dan belajar dari BPRS Bhakti Sumekar, agar BPRS Waykanan bisa lebih baik lagi kedepannya,” kata Edward di Sumenep Jawa Timur.

Menurut Edward, BPRS Waykanan sejatinya sudah lama berdiri, tetapi jumlah nasabah masih sangat sedikit. Bahkan jumlah cabang pembantu juga masih bisa dihitung jari.

Sedangkan BPRS Bhakti Sumekar kata Edward, perkembangannya begitu signifikan dan positif. Hal ini dilihat dari jumlah nasabah dan kantor cabang yang sudah berdiri di berbagai wilayah.

Melalui kunjungan tersebut, ia berharap BPRS Waykanan bisa belajar lebih rinci tentang pengelolaan dan daya tarik pasar, agar masyarakat ingin menjadi nasabah.

“Jadi kunker ini sangat bermanfaat, apalagi dilakukan selama 3 hari. Semoga bisa mengambil ilmu untuk kemajuan BPRS Waykanan ke depannya,” katanya.

Selain itu kata Edward, melalui Kunker ini juga akan diketahui apa yang selama ini menjadi kelemahan BPRS Waykanan.

Baca Juga:  Wow, Inilah Jumlah Biaya Distribusi Rastra ke Wilayah Kepulauan Sumenep

“Ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari BPRS Bhakti Sumekar dan bisa diterapkan di Kabupaten Waykanan, agar bisa menambah pemasukan dan pembangunan bagi daerah,” harap Edward.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko menegaskan, pihaknya akan menjelaskan secara detail soal manajemen yang selama ini dilaksanakan BPRS Bhakti Sumekar.

“Mereka bertanya soal succes story dalam membesarkan BPRS. Saya sampaikan bahwa ini bermula dari komitmen pemerintahnya, baik Bupati dan DPRD. Karena BPRS sejak awal sudah diberikan modal besar untuk pengembangan,” kata Novi.

Menurut Novi, untuk mendapatkan modal besar sangat bergantung kepada komitmen pemerintahnya, baik Bupati dan DPRD.

“Baru kebelakang kita kelola manajemennya agar BPRS tumbuh positif dan diminati masyarakat,” tandas Novi.

Berita Populer