Connect with us

Daerah

Pemda DIY Komitmen Tingkatkan Nilai Tukar Petani dengan Kearifan Lokal

JARRAK.ID

Published

on

Sejumlah Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Wakil Gubenur DIY KGPAA Paku Alam X (Doc. JARRAK)

YOGYAKARTA – JARRAK.ID – Audensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke kantor Pemerintah Daerah (PEMDA) DIY diterima langsung oleh Wakil Gubenur DIY KGPAA Paku Alam X, di Ruang Pari Anom.

Hadir dalam acara tersebut Satrio F. Damardjati (Ketua Umum Petani), Anggit Bimayu (Ketua DPW. Petani DIY), Asti Iswandiyah (Sekretaris DPW Petani DIY), Agnes Eni Suryani (Bendahara DPW Petani DIY), Peter Michael D (Tenaga Ahli Lingkungan Hidup DPW Petani DIY)  dan H.Kawiyono (Biro Propaganda dan Jaringan DPW Petani DIY).

Acara dibuka oleh Asti dengan pemaparan program DPW Petani DIY yang sudah dikerjakan, termasuk pencapaian hasil dari program tersebut. Di antaranya aktifitas salah satu badan otonom DPW Petani DIY Sekolah Petani Muda Darllo’s (SPMD) secara gratis, yang telah menyentuh di basis-basis produksi seperti di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Sleman

Hal tersebut sebagai upaya pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan advoksi ke anggota Petani. Tujuannya, mengubah cara berpikir dalam meningkatkan kualitas hasil, termasuk menangkap peluang pasar pada produk olahan yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para Petani.

Asti juga mengungkapkan soal program ke depan dari DPW Petani DIY dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Detail tersebut dijelaskan rinci oleh Peter selaku Tenaga Ahli Lingkungan Hidup DPW Petani DIY.

Ketua Umum Petani, Satrio Damardjati menambahkan, adanya Sekolah Petani dan Warung Petani sebagai pendamping dalam rangka meningkatkan value added. Begitu juga, hal itu juga untuk peningkatan kesejahteraan anggota dengan cara menjual hasil olahan serta menciptakan basis produksi.

“Warung Petani sebagai badan otonom Petani sebagai wadah dalam pemasaran produk produk hasil olahan petani untuk didistribuskan ke user secara langsung, sehingga secara otomatis akan dapat memotong rantai distribusi yg secara otomatis akan meningkatkan nilai tukar Petani,” ungkap Satrio dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jarrak.id, Rabu (12/09/2018).

Baca Juga:  Taufik bela Anggota DPRD DKI yang Marah Mobilnya Diderek Dishub

Sementara itu, Wakil Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta menanggapi apa yang disampaikan oleh DPW Petani DIY. “Bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah setingkat Propinsi yang luasnya nomor 3 paling kecil di Indonesia dengan luas kira-kira 3.100 KM2, dengan jumlah penduduk 3,7 juta,” ujarnya.

“Masalah yang dihadapi adalah penyempitan lahan pertanian dan harga tanah juga menjulang tinggi, maka tugas Petani (red: DPW Petani DIY) adalah meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dalam pengolahan hasil pertanian supaya anggota Petani tidak menjual lahan pertanian,” imbuh dia.

Ia mengugkapkan, ketika kita ikut kelompok atau paguyuban harus ada gunannya dan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Untuk bisa meningkatkan nilai tambah pada Petani agar tetap hidup lebih sejahtera.

“Selain itu DPW Petani DIY harus aktif dalam pendampingan dan advokasi ke anggota Petani, mendengarkan dan dialog, apa yang mereka inginkan untuk peningkatkan kesejahteraan dan kualitas hasil produksi dan olahan serta pemasarannya, Beliau juga menyampaikan agar Petani untuk tetap menjaga kearifan lokal,” pungkasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer