Connect with us

Politik

Pembunuh Munir Bebas Murni, Suciwati: Itu Menyesakkan!

JARRAK.ID

Published

on

Istri Alm Munir, Suciwati (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Terpidana kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Pollycarpus Budihari Priyanto resmi dinyatakan bebas murni pada hari ini (29/08/2018). Pollycarpus dijatuhi hukuman kurungan 14 tahun penjara, karena terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Munir Said Thalib.

Terkait hal itu, istri Munir, Suciwati menilai bahwa Pollycarpus belum layak bebas murni sebelum masa hukumannya 14 tahun dijalani. Pasalnya, tindakan yang dilakukan Pollycarpus terhadap Munir tergolong pembunuhan berencana.

Dengan status bebas murni yang diperoleh, Pollycarpus hanya menjalani 8 tahun masa hukumannya. Ia bahkan sebelumnya telah dinyatakan bebas bersyarat pada tahun 2014 silam.

Kendati Suciwati menyoal status bebas Pollycarpus, namun menurut Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Bandung, Budiana, Pollycarpus dianggap kooperatif sehingga ia dianggap layak bebas murni.

“Dia koperatif. Selama enam bulan pertama, dia wajib lapor sebulan sekali. Setelah evaluasi, wajib tiga bulan sekali,” kata Budiana saat dihubungi.

Alasan lain yang membuat Pollycarpus bebas murni, kata Budiana karena sudah memenuhi indikator bebas murni. Diantaranya tidak mengulangi perbuatannya dan dapat diterima kembali oleh keluarga dan masyarakat.

“Selama masa pembebasan bersyarat, dia tidak meresahkan masyarakat. Di keluarga juga diterima baik, hubungan dengan keluarga pulih kembali.” Tuturnya.

“Saat bebas dia sempat akan bercerai, tapi belakangan hubungan dengan isterinya membaik,” sambung Budiana.

Selain dinyatakan bebas murni, Pollycarpus juga dipastikan akan kembali mendapatkan haknya sebagai warga negara, termasuk bepergian keluar negeri.

“Dia beberapa kali meminta izin ke menteri untuk urusan pekerjaan, tapi ditolak sebelum masa bebas bersyaratnya berakhir,” ujar Budiana.

Disisi lain, Suciwati mengaku menyesalkan tindakan pemerintah yang memberikan bebas murni bagi Pollycarpus. Suci menilai, pemerintah seharusnya tidak dengan mudah memberikan remisi kepada penjahat HAM seperti Pollycarpus.

Baca Juga:  Di Depan KORPRI, Jokowi Pamer Berhasil Turunkan Angka Stunting dan Dana Desa

“Ini menyesakkan. Sejak dia mendapatkan remisi dan bebas bersyarat, itu menjadi tanda tanya bagi keluarga, terutama aku sebagai istri,” tutur Suci.

Suci menambahkan, pihaknya hingga kini masih mendorong pemerintah mengungkap dokumen tim pencari fakta atas kasus pembunuhan terhadap suaminya, kendati pemerintah mengklaim dokumen tersebut hilang.

“Ini bukan persoalan satu orang. Lembaga negara membunuh warga negara, padahal seharusnya negara melindungi. Kami akan terus mendorong agar dokumen diungkap,” kata Suciwati.

Kini Pollycarpus tercatat sebagai kader Partai Berkarya. Namun pihaknya pada tahun 2014 silam sempat ngotot tak mau disebut sebagai pembunuh Munir.

“Saya tidak bersalah, saya tidak membunuh Munir,” kata Pollycarpus, November 2014 silam.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer