Connect with us

Politik

Pembebasan Siti Aisyah Dibanter 16 Tahanan Malaysia, Ini Kata Kemenlu

JARRAK.ID

Published

on

Siti Aisyah saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membantah bahwa pembebasan Siti Aisyah dalam kasus meninggalnya Kim Jong-Nam, karena dibarter dengan 16 warga Malaysia yang sebelumnya ditahan di Palembang, Sumatera Selatan karena diduga melanggar visa.

“Pembebasan Siti Aisyah murni karena penegakan hukum. Prosesnya panjang sejak 2017 lalu,” tegas Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Christiawan Nasir di Ruang Pancasila, Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis, (14/03/2019).

Menurut dia, sejak awal pemerintah Indonesia sudah memberikan pendampingan hukum kepada Siti Aisyah agar bisa dibebaskan dari segala dakwaan.

“Kita sejak awal memberikan pengacara, akses kekonsuleran, dan proses pembelaan Siti Aisyah dan pengacaranya,” urai Tata, sapaan akrabnya.

“Salah satu contohnya adalah dituduh Siti Aisyah menggunakan cairan VX tapi pengacara bisa membuktikan bahwa tidak ada tetesan cairan VX baju yang digunakan Siti Aisyah pada saat itu kejadian, jadi hal itu bisa meng-counter bukti-bukti yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum,” sambung Tata.

Tata meyakini, itulah beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi jaksa dalam membebaskan Siti Aisyah dari tuntutan pembunuhan.

“Itu lah yang kita rasa menjadi dasar kuat jaksa memberhentikan kasus Siti Aisyah, jadi argumentasi yang dibangun oleh pengacara Siti Asiyah selama ini cukup kuat, itu berkat karena pengacara yang kita tunjuk itu pengacara yang bagus,” tegasnya.

Siti Aisyah dibebaskan pada Senin (11/03/2019) karena dianggap tidak terbukti dalam pembunuhan terhadap Kim Jong Nam.

Baca Juga:  Pukat UGM Beberkan Empat Catatan Buruk Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer