Connect with us

Daerah

Pekanbaru Gelap Gulita, Ternyata Pemkot Nunggak Listrik Rp 37 Miliar

JARRAK.ID

Published

on

Penampakan jalan di Pekanbaru (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sejumlah jalan protokol di Pekanbaru terlihat gelap gulita. Pasalnya, PLN memadamkan penerangan jalan umum (PJU). Pemadaman JPU tersebut menjadi buah bibir masyarakat.

Diketahui, PLN mencabut listrik karena tunggakan Pemkot Pekanbaru mencapai Rp 37 miliar. Banyak kalangan menyebut, hal tersebut menjadi indikasikan penyalahgunaan wewenang keuangan negara.

“Sampai menungak selama tiga bulan uang PJU, inikan aneh. Kas daerah kan sudah diperuntukkan dana bayar PJU, ke mana bisa telat sampai tiga bulan dengan nilai Rp 37 miliar? Ini mengindikasikan jangan-jangan ada penyalahgunaan wewenang keuangan negara,” ujar pengamat hukum Suhendro, Senin (25/6/2018), dilansir detikcom.

Suhendro mengaku kaget karena sejumlah jalan protokol di Pekanbaru gelap gulita. Rpaunay diketahui, telah terjadi pemadaman listrik oleh PLN karena tunggakan PJU yang dilakukan Pemkot Pekanbaru.

“Secara hukum, bila terjadi penyalahgunaan wewenang keuangan negara, itu sudah bisa dijerat UU Tipikor. Menurut saya, ada indikasi ke arah itu,” ujar dia.

Suhendro menilai, masyarakat yang juga adalah pelanggan PLN, sudah membayarkan pajak penerangan jalan setiap bulan. Menurutnya, uang pajak yang ditarik dari pelanggan, sudah pula dibayarkan PLN ke Pemkot Pekanbaru.

“Yang menjadi pertanyaan kita, mengapa uang rakyat dari pajak yang notabenenya uang negara ditahan pihak Pemkot? Uang pajak lampu itu jelas harus kembali ke negara lagi, kenapa harus ditunda-tunda bayarnya, yang mengakibatkan listrik jalan dipadamkan,” ungkap Suhendro.

Menurut Wakil Dekan I FH Universitas Lancang Kuning itu, pihak PLN Pekanbaru bisa meminta bantuan kepada kejaksaan sebagai pengacara negara. Lewat kejaksaaan, diminta Pemkot segera melunasi utang-utangnya.

“Karena pemadaman lampu jalan yang sudah dibayar pelanggan, jelas merugikan masyarakat. Jadi tak ada salahnya, sesuai aturan yang ada, PLN meminta kejaksaan untuk turut membantu menyelesaikannya,” ungkapnya.

“Rakyat sudah bayar setiap bulannya lewat tagihan rekening listrik, tapi Pemkot Pekanbaru menunda-nunda uang rakyat yang semestinya kembali lagi ke negara. Harus ada pengusutan dalam masalah tunggakan listrik ini. Sebab, ini bukan kali pertama, tapi sudah sebelumnya dengan kasus yang sama. Jadi patutlah dicurigai ada pengelolaan keuangan yang tak beres,” pungkas dia.

Sebelumnya, PLN Pekanbaru melakukan pemadaman PJU sejak 21 Juni kemarin. Hal tersebut dilakukan karena tunggakan PJU terhitung dari April, Mei, dan Juni dengan jumlah tagihan Rp 37 miliar. Sementara, pihak PLN baru akan menyalakan PJU jika sudah ada pelunasan dari Pemkot.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer