Connect with us

Daerah

Pecahkan Rekor Dunia, Festival Kuliner Sumenep Sajikan Sejumlah Masakan Khas Madura

HOLIDI

Published

on

SUMENEP – JARRAK.IDSumenep Haritage Culinary Festival (Sheculfest) resmi dibuka pada Sabtu kemarin, (12/10/219). Kegiatan tersebut akan berlangsung sampai hari ini, (14/10/2019).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Chef Juna, juri ajang pencarian bakat dalam bidang memasak Master Chef Indonesia yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Juga hadir Staf Ahli Kementerian Pariwisata Guntur Sakti, bupati se-Madura, Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini dalam rangka Visit Sumenep 2019 dan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-750.

Guntur Sakti mengapresi dan menyambut baik gelaran kegiatan tersebut. Pasalnya, Pemkab Sumenep dianggap memiliki cara baik dalam mengangkat citra kuliner lokal, seperti Kaldu Kokot.

“Konten yang disajiian sangat kuat karena mengangkat brand kuliner lokal. Ia berharap kegiatan nanti bisa masuk dalam kalender Top Calender of Event Nasional,” kata dia.

Chef Juna juga berharap masyarakat bisa meramaikan kegiatan tersebut. Chef Juna juga mencicipi sejumlah masakan lokal, seperti sate dan gule.

“Saya suka. Rasanya enak,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Arief Firmanto mengatakan bahwa ada sejumlah kegiatan dalam acara Sheculfest yang akan ditutup pada hari ini, yaitu Festival Dalang Remaja dan Promosi Wisata.

Selain itu, penggunaan stan kuliner etnik ditampilkan berbeda. Sheculfest terdiri dari lima sub kegiatan. Salah satunya bazar kuliner dengan 68 stan.

Selanjutnya pemecahan rekor dunia dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia dengan penyajian 750 porsi kaldu kokot.

“Saya berharap masyarakat bisa ikut memeriahkan kegiatan ini. Karena kami akan menampilkan sejumlah kuliner khas Madura, termasuk Sumenep dalam kegiatan ini,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Selain itu, kegiatan ini juga menyampaikan pesan perlunya pengurangan penggunaan limbah plastik. Karena itu, seluruh stand bazar kuliner dilarang menggunakan plastik untuk membungkus makanan yang disajikan. Kemasan plastik diganti dengan kantong kertas dan daun pisang untuk membungkus nasi.

Advertisement

Populer