Connect with us

Berita

PDP Di Pacitan, Kembali Bertambah Dua. Ironisnya, Keduanya Tengah Hamil

JARRAK.ID

Published

on

Pacitan,www.jarrak.id- Sebaran covid-19 di Pacitan, kian menjadi. Setelah ada penambahan dua pasien positif covid-19, saat ini gugus tugas kembali menemukan dua pasien dalam pengawasan (PDP) baru.

Yang lebih memprihatinkan lagi, kedua PDP tersebut dalam kondisi hamil. Satu diantaranya harus kehilangan janin dalam kandungannya.

Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, kedua PDP tersebut satu diantaranya berasal dari Kecamatan Sudimoro, jenis kelamin perempuan berusia kisaran tiga puluh tahunan lebih. “Kondisinya hamil, dan saat ini anaknya meninggal. Yang bersangkun saat ini dirawat di RSUD dr Darsono, dan hasil rapid diagnotic test (RDT), reaktif,” ujarnya, Ahad (5/7).

Sedangkan PDP kedua, berasal dari Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku. PDP tersebut juga tengah hamil, namun mengalami pre-eklampsia. “Ini perhatian bagi kita semua. Sebab sebaran covid-19 makin meluas dan terus bertambah,” jelasnya.

Rachmad meminta, agar masyarakat jangan lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan. Utamanya cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan selalu jaga jarak fisik (physical distancing) saat melakukan interaksi sosial. “Hindari berkermun (social discanting) dan lebih baik tetap tinggal di rumah, apabila tidak ada keperluan mendesak,” pesannya.

Sementara itu dengan penambahan dua PDP baru, saat ini orang dalam pemantauan (ODP) bertambah menjadi 717. Masih dalam pemantauan sebanyak 66 orang, selesai dipantau 650 orang dan meninggal dunia satu orang.

Jumlah PDP menjadi 24, dalam pengawasan sebanyak 4 orang, selesai dipantau 14 orang dan meninggal dunia 6 orang. Sedangkan pasien positif sebanyak 29 orang. Sembuh 11 orang dan dirawat 17, meninggal satu orang. (yun).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer