Connect with us

Elektoral

Pasca Debat Pilpres, Ini Rekomendasi Bawaslu untuk KPU

JARRAK.ID

Published

on

Gedung Bawaslu RI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pasca debat Pilpres 2019, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyampaikan beberapa rekomendasi kepada KPU, Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional (BPN).

“Rekomendasi disampaikan demi meningkatkan kualitas teknis dan materi debat selanjutnya,” kata Ketua Bawaslu, Abhan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (19/01/2019).

Adapun rekomendasi yang disampaikan Bawaslu tersebut berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 275, Pasal 277 dan pasal 280.

Berikut rekomendasi yang ingin disampaikan oleh Bawaslu kepada KPU:

Pertama, KPU dapat atau tidak memberikan informasi dan kisi-kisi materi debat.

Kedua, KPU perlu memfasilitasi tempat transit yang sama bagi pasangan calon sebelum pelaksanaan debat.

Ketiga, KPU direkomendasikan untuk meningkatkan koordinasi antar panitia. Hal itu untuk menghindari adanya kesalahan dalam mengindentifikasi tamu undangan.

Keempat, KPU harus menjamin proses debat berlangsung baik dan lancar tanpa gangguan dan keriuhan yang berlebihan. Hal yang mengganggu di antaranya adalah suara bel penanda waktu yang terlalu nyaring.

Kelima, KPU harus memastikan moderator tidak memberikan penilaian terhadap jawaban pasangan calon. Moderator juga tidak menampilkan simbol-simbol yang mengarah pada pasangan calon tertentu.

Keenam, Bawaslu merekomendasikan KPU memastikan proses debat sebagai bagian metode kampanye. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan materi debat dalam menyampaikan visi nasional dan tidak menyerang personal calon presiden maupun calon wakil presiden.

Sedangkan rekomendasi yang ditujukan kepada TKN dan BPN, diantaranya:

Pertama, agar kedua pihak memastikan proses debat sebagai bagian metode kampanye dengan meningkatkan materi debat dalam menyampaikan visi nasional.

“Kampanye diharapkan dilakukan dengan tidak menyerang secara personal calon presiden maupun calon wakil presiden lain,” jelas Abhan.

Kedua, tim pasangan calon diharapkan mematuhi aturan debat, yaitu dengan menjaga proses debat berlangsung dengan tertib dan kondusif.

Baca Juga:  Usai Dukung Prabowo-Sandi, Ini Permintaan Golkar Kepada Erwin Aksa

Ketiga, pasangan calon memastikan penyampaian materi visi, misi dan program dengan menghindari larangan kampanye sebagaimana diatur dalam peraturan undang-undang.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer