Connect with us

Elektoral

Partai Demokrat Paling Banyak Gugat Hasil Pemilu 2019 ke MK

JARRAK.ID

Published

on

Gedung MK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Demokrat merupakan yang paling banyak mengajukan gugatan hasil Pemilu Legislatif 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Partai Demokrat tercatat mengajukan 58 gugatan yang terdiri dari delapan permohonan untuk DPR RI, 15 untuk DPRD tingkat provinsi dan 35 untuk DPRD tingkat kabupaten kota.

Partai terbanyak kedua yang mengajukan gugatan yakni Partai Golkar dengan 45 gugatan. Dengan rincian, sembilan permohonan untuk DPR RI, delapan DPRD provinsi dan 28 untuk DPRD kabupaten kota.

Sementara di posisi terbanyak ketiga adalah PDIP dengan 42 permohonan, yakni enam untuk DPR RI, tiga untuk DPRD tingkat provinsi dan 33 untuk DPRD kabupaten/kota.

Urutan terbanyak selanjutnya, ada Partai Berkarya yang mengajukan 41 permohonan ke MK. Partai Berkarya, yang tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold juga partai yang paling banyak mengajukan permohonan untuk tingkat DPR RI yakni sebanyak 34 gugatan.

Sementara partai terbanyak kedua yang mengajukan permohonan tingkat DPR RI, adalah Partai Gerindra dengan 11 permohonan. Partai Gerindra sendiri secara total mengajukan 38 permohonan dengan rincian 11 untuk DPR, 12 DPRD provinsi dan 15 DPRD kabupaten/kota.

Sementara partai yang tidak lolos ambang batas parlemen seperti PSI, PBB, Hanura, Garuda tidak mengajukan permohonan PHPU untuk tingkat DPR. Keempat partai itu hanya untuk tingkat DPRD provinsi dan kabupaten, yakni PSI tiga gugatan, Hanura 21 gugatan, PBB 14 gugatan dan Garuda 16 gugatan.

Adapun PKPI yang juga tidak lolos ambang batas parlemen, mengikuti Partai Berkarya, tetap mengajukan permohonan untuk tingkat DPR yakni dengan satu gugatan, tiga DPRD provinsi dan sembilan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dilansir Republika.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer