Connect with us

Elektoral

Partai Demokrat: Lebih dari 90 Persen Kader di Papua Dukung Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Harmanto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe, memilih mendukung pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin, Partai Demokrat kemudian disebut berkoalisi setengah hati. Namun, PD masih mematangkan strategi terkait kader di Papua yang memilih mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Harmanto menjelaskan, total ada 90% pengurus DPD-DPC Papua mendukung pasangan incumbent itu.

“Untuk itu saat ini Partai Demokrat sedang mencari formula dan juga ingin menetapkan case (kasus) seperti Papua karena di sana pemilihannya khusus pakai noken dan semua ketua-ketua DPC-nya sudah men-declare lebih dari hampir 90% mendukung Pak Jokowi,” ungkap Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2018).

“Papua itu 90% pengurus DPC dan DPD-nya mendukung Pak Jokowi,” tambah dia.

Menurut Agus, alasan kenapa hingga kini Partai Demokrat belum memberi sikap tegas ke DPD Papua yang mendukung Jokowi adalah karena pertimbangan suara partai di Papua. Demokrat, lanjut Agus, ingin menang di Pileg dan Pilpres 2019.

“Partai Demokrat tentunya sedang menentukan strategi untuk seperti apa dalam case seperti Papua ini karena kita juga dalam pemilu legislatif harus sukses betul, jangan sampai ada hal menjadi kendala di pemilu legislatif,” ujarnya.

Meski demikian, Agus menolak Demokrat disebut bermain dua kaki. Agus mengatakan, Demokrat murni memikirkan nasib perolehan suara partai di Papua.

“Dua kaki tidak seperti itu. Bahkan kalau dua kaki itu hal-hal yang berbeda dengan case yang ada di Papua ini. Memang case di Papua ini adalah khusus spesial, maka ini merupakan khusus untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan di sana,” pungkasnya.

Baca Juga:  SBY Ceramahi Ngabalin dan Romy Agar Tidak Asal Bicara: Anda Sekolahnya Dimana

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer