Connect with us

Daerah

Parah, Juri Lomba Baca Al-Quran di Kecamatan Manding Sumenep Diduga Palsukan Nilai

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Juri Lomba Baca Al-Quran untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) atau sederajat dalan rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73 di Kecamatan Manding, Sumenep, Jawa Timur diduga tidak objektif dalam memberikan penilaian.

Pasalnya, Juara I Lomba Baca Al-Quran diketahui mendapatkan nilai sempurna atau 100.

Keputusan juri ini dianggap ada permainan. Sekalipun yang terpilih menjadi juara mampu melewati nilai peserta lain, tetapi angka 100 dianggap berlebihan.

“Bahkan keputusan juri ini juga disesalkan oleh sebagian masyarakat yang menduga ada permainan dalam memberikan penilaian,” kata sumber Jarrak.id yang meminta identitasnya untuk tidak dipublikasikan pada Senin malam, (20/08/2018).

Parahnya kata sumber tersebut, yang dilombakan adalah bidang keagaman yang seharusnya tidak dipermainkan, terutama dalam memberikan penilaian.

“Juri diduga mempermainkan nilai peserta. Padahal yang dilombakan adalah bidang keagamaan, dimana seharusnya bebas dari segala permainan. Ini kan parah, justru juri yang mengajarkan anak didik untuk tidak bersikap jujur,” kata dia.

Kendati demikian, sekalipun dirinya menyesalkan peristiwa tersebut, tetapi ia berharap kejadian ini dapat menjadi koreksi dan evaluasi agar tidak terulang kembali.

“Jangan ajari anak-anak berbohong. Ini memang kompetisi, tapi memiliki pengaruh yang besar bagi anak-anak dalam bersikap,” tandas dia.

Baca Juga:  Anies Semprot Pemkot Bekasi Soal Sampah: Jangan Gemar Menyumbar Masalah di Media

Berita Populer