Connect with us

Daerah

Parah, Dipicu Masalah Sepele, Kades Manding Laok Sumenep Diduga Tega Aniaya Warganya

HOLIDI

Published

on

adiq warga Desa Manding Laok, Manding, Sumenep korban dugaan pemukulan oleh oknum kepala desa setempat sedang menjalani perawatan di Puskesmas Manding (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kepala Desa (Kades) Manding Laok, Manding, Sumenep, Eis diduga melakukan aksi pemukulan terhadap warganya sendiri, Sadiq, yang dipicu oleh kesalahpahaman terhadap pernyataan yang disampaikan korban dalam acara karnaval pada Minggu sore, (26/08/2018).

Akibat aksi pemukulan itu, Sadiq saat ini masih terbaring di ruang perawatan Puskesmas Manding akibat luka parah di bagian pelipis kirinya.

Salah satu keluarga korban, Fawait kepada redaksi Jarrak.id menceritakan tentang kronologi pemukulan terhadap saudaranya itu.

Menurut Fawait, peristiwa itu berawal saat Sadiq dan teman-temannya sedang menyaksikan gelaran karnaval dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 yang diselenggarakan oleh Kecamatan Manding.

Keluarga korban dugaan pemukulan, Fawait (Doc. JARRAK)

Pada waktu itu, kata Fawait, semua kepala desa di Kecamatan Manding yang ikut karnaval semuanya menunggangi kuda. Lalu teman-teman korban berbicara Kepala Desa Gadding, karena ada sebagian teman korban yang tidak tahu. Lalu teman korban yang lain menimpali jika yang dimaksud itu Kelapa Desa Lanjuk. Kemudian korban membenarkan bahwa yang dibicarakan teman-temannya adalah Kepala Desa Gadding.

“Kemudian korban berkata, ‘itu Kelapa Desa Gadding, kalian kok lebih tahu dibandingkan yang punya alas (wilayah, red)’,” kata Fawait menirukan perkataan korban kepada teman-temannya.

“Tiba-tiba dari depan korban, Kades Manding Laok ikut merepon perkataan korban ‘apa kamu yang punya alas (wilayah, red)? Korban menjawab, ‘iya kalebun (Baca: Madura) saya punya alas (wilayah, red), tapi ditanami pohon jati. Kalau kamu mau beli pohon jati ke saya’,” kata Fawait menirukan perkataan korban kepada Kades Manding Laok.

Kemudian Kades Manding Laok diakui Fawait melanjutkan karnaval sampai garis finis, seraya meminta korban untuk menunggu di tempat semula. Lalu Kades Manding Laok kembali menghampiri korban sekaligus membawa anak buahnya.

Kepala Desa Manding Laok, Manding, Sumenep, Eis (Doc. JARRAK)

“Saat kembali Kades Manding Laok berkata kepada korban ‘kamu bilang apa tadi’, sambil memukul korban sampai terjatuh dan mengalami luka di bagian pelipis kirinya,” kata Fawait.

Baca Juga:  Hingga Kini Pemukul Anak Menpora Tak Kunjung Ditetapkan Sebagai Tersangka

Lapor Polres Sumenep

Fawait mengaku sudah membawa kasus dugaan penganiayaan ini ke ranah hukum. Pihaknya sudah melaporkan ke Polres Sumenep dengan Nomer Laporan: STPL/236/VIII/2018/Jatim/res.smp.

“Kita berharap setelah resmi dilaporkan, segera ditindaklanjuti pihak kepolisian. Karena ini bukan kasus biasa. Ini menunjukkan kesewenang-wenangan oknum kepala desa, yang seharusnya tidak melakukan perbuatan tidak terpuji,” tandas Fawait.

Berita Populer