Connect with us

Daerah

Panitia #2019GantiPresiden di Banyuwangi Akan Gugat Polisi ke Pengadilan

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

BANYUWANGI – JARRAK.ID – Pihak kepolisian tak kunjung menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuna (STTP) Deklarasi #2019GantiPresiden yang akan segera digelar di Banyuwangi. Karena itu, panitia deklarasi itu akan menggungat aparat kepolisian ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Disebutkan, gugatan panitia deklarasi itu ditujukan kepada Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Senin kita ajukan ke PN Banyuwangi. Karena sampai saat ini kami belum menerima STTP aksi kami. Yang kami gugat Kapolres Banyuwangi, Kapolda Jatim dan Kapolri,” kata Amrullah, panitia penyelenggara Deklarasi #2019GantiPresiden, Minggu (2/9/2018).

“Ini serempak se-Indonesia menolak kami melakukan deklarasi. Kami ini bukan pro Jokowi dan Prabowo. Ini nonparpol kegiatan kami ini,” imbuh dia.

Menurut Amrullah, aksi deklarasi #2019Ganti Presiden merupakan aspirasi masyarakat yang disebbutnya tak melanggar hukum. Menurutnya, hal itu diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 tentang kebebasan berserikat berkumpul dan berpendapat, baik lisan dan tulisan.

“Siapapun yang berpendapat dilindungi undang-undang. Di sana ada turunannya nomer 9 tahun 1999 menyampaikan pendapat di muka umum karena hak asasi manusia juga. Polisi jangan hanya diancam preman seperti itu tidak mau mengeluarkan surat itu,” terang dia.

Amrullah lalu menjelaskan, tak dikeluarkannya surat oleh polisi menunjukkan adanya kemunduran demokrasi dan hukum di Indonesia, sebab tugas kepolisian hanyalah mengamankan aksi. “Banyak yang menolak tapi banyak juga yang mendukung. Yang menolak monggo menggelar aksi yang sama,” katanya.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menanggapi rencana gugatan terhadap aparat kepolisian. Donny mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan surat Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk deklarasi #2019GantiPresiden.

“Saya tidak takut kalau digugat. Sampek matek (sampai mati, red) ndak takut saya. Kenapa tidak kami beri izin itu jelas. Calon presiden itu ada dua. Dia pakai ganti presiden itu maksudnya apa? Itu makanya saya tolak,” kata Donny dingin.

Baca Juga:  Minta Amien Rais Istigfar, PAN Sebut Ngabalin Sudah Keterlaluan

Dijelaskan Donny, alasan tak dikeluarkannya STTP itu karena polisi bertugas menjaga kondusifitas Banyuwangi. Pasalnya, kata dia, pihaknya juga tak ingin ada perpecahan antarmasyarakat, termasuk menjaga stabilitas investasi di Banyuwangi.

“Alasan kami ini sudah sesuai dengan PP nomor 60 tahun 2017 pasal 5. Kami tak main-main jika aksi tersebut tetap dilaksanakan. Saya ndak ada urusan. Jika tetap nekat ya tak tabrak mereka itu,” pungkas Donny.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer