Connect with us

Elektoral

Panas! BPN ‘Usir’Demokrat dari Koalisi Prabowo-Sandi

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019). Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: ANTARA)

JAKARTA – JARRAK.ID – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mempersilahkan Partai Demokrat keluar dari koalisi jika sudah merasa tidak nyaman.

Andre mengatakan, selama ini Partai Demokrat kerap merongrong internal koalisi, yang secara politik tidak sepatutnya dilakukan.

“Kalau mau keluar silakan saja, itu hak mereka. Lagi selama jadi anggota koalisi mereka bermanuver dan publik juga tahu setelah mereka ketemu Pak Jokowi, pernyataan elite Demokrat mulai berubah alias mau keluar koalisi. Jadi segera tentukan sikap. Kalau mau keluar ya keluar,” kata Andre, Minggu, (09/06/2019).

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta agar Calon Presiden Prabowo Subianto segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mendukung pencalonannya dalam Pilpres 2019 lalu.

Ia menegaskan, koalisi tak lagi dibutuhkan karena pelaksanaan Pemilu 2019 sudah selesai.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Anda lah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” cuit Rachland melalui akun Twitter miliknya.

Ia juga meminta agar koalisi pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga ikut dibunarkan guna mencegah perpecahan di masyarakat.

“Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,” cuit dia.

Selain permintaan tersebut Rachland menyarankan agar presiden terpilih nantinya bisa leluasa untuk memilih sendiri para menteri-menterinya untuk mengisi kabinet.

“Siapapun nanti yang setelah sidang MK menjadi Presiden terpilih, dipersilakan memilih sendiri para pembantunya di Kabinet. Kenangan Partai mana yang setia dan berguna bagi direksi politik Presiden terpilih tak akan pupus karena koalisi sudah bubar. Begitulah sistem Presidensial,” lanjut Rachland.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer