Connect with us

Bisnis

Olahan Sawit Menyumbang Ekspor Terbesar

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Berdasarkan catatan kementerian, terdapat lima industri unggulan sebagai penyumbang ekspor terbesar Indonesia pada tahun 2017. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan industri dari setiap tahunnya. Pada 2015, pencapaian ekspor tercatat senilai US$108,60 milyar, sedangkan tahun 2016 sebesar US$125 milyar.

Sedangkan pada 2017, ekspor mencapai US$125 miliar. Airlangga hartarto, Menteri Perindustrian menyebutkan ekspor menjadi salah satu syarat utama mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bahwa angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76%, dari total ekspor Indonesia yang mencapai US$168,73 miliar,” sebut Airlangga dalam laman twitternya, Sabtu (17/2/2018).

Kementerian perindusterian mencatat produk olahan sawit menjadi penyumbang ekspor terbesar. Olahan sawit tersebut menyumbang ekspor Indonesia  hingga mencapai Rp272 triliun tahun lalu. Setelah olahan sawit, prosuk olahan pakaian menyumbang ekspor sebesar Rp90 triliun. Setelah itu ekspor olahan karet menyumbang ekspor senilai Rp66 triliun.

Selanjutnya industri barang kimia menyumbangkan ekspor sebesar Rp59 triliun dan industri pengolahan penyumbang terbesar terkahir adalah produk industri logam yang mencapai nilai ekspor hingga Rp51 triliun.

Dalam kesempatan lain, Airlangga Hartanto menyatakan bahwa produk-prosuk manufaktur tersebut membuktikan daya saing yang tinggi dan memiliki nilai tambah yang memukau.

Fokus tujuan ekspor negara saat ini antara lain adalah negara Cina, Amerika Serikat, Jepang, India dan Singapura. Maka pemerintah terus melakukan perundingan untuk menyepakati perjanjian komprehensif dengan berbagai negara tersebut.

Lima negara yang ikut andil dalam investasi di Indonesia sepanjang tahun 2017, yaitu Jepang dengan menanamkan modal senilai US$2,13 miliar, selanjutanya Singapura senilai US$2,05 miliar, Cina senilai US$1,14 miliar, Korea Selatan senilai US$0,93 miliar, dan Swiss senilai US$0,32 miliar.

Dalam salah satu kesempatan, Airlangga Hartanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/2/2018) menyatakan, bahwa salah satu faktor penting untuk memacu pertumbuhan industri adalah akses kemudahan  dalam memperluas pasar, baik di domestik ataupun ekspor. Karena, menurutnya, jika pasar optimal, maka produksi bisa maksimal.

Baca Juga:  Waduh, YouTuber dan Selebgram Akan Dikejar Pajak

“Angka ekspor industri terus meningkat dan diproyeksi akan menjadi USD143,22 miliar pada 2019,” tambahnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer