Connect with us

Daerah

NU Memang Sudah Siapkan Gus Ipul Sejak 10 Tahu Lalu Jadi ‘Imam’ Jawa Timur

JARRAK.ID

Published

on

Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Doc. Net)

SURABAYA – JARRAK.ID – Ulama NU (Nahdatul Ulama) merasa prihatin dengan kondisi Pilgub Jatim. Keprihatinan tersebut lantaran ada dua tokoh NU yang saling bersaing memperebutkan kursi calon Gubernur Jatim pada Pilkada 2018 yang akan digelar 27 Juni mendatang. Kedua tokoh yang dimaksud tentu saja adalah Gus Ipul dan Juga mantan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

“Di NU tidak pernah rebutan untuk menjadi imam. Biasanya semua jamaah saling mempersilahkan jamaah lain untuk menjadi imam,” demikian kata Wakil Rois Am PBNU KH Miftahul Akhyar, saat Halal Bi Halal Keluarga Besar Nahdiyin Surabaya di Grand City Surabaya, Sabtu, (23/06/2018).

Miftahul Akhyar pun menyebutkan kalau sebenarnya para ulama NU sejak 10 tahun yang lalu sudah mempersiapkan Gus Ipul sebagai “imam” di Jawa Timur. Dia juga meyinggung langkah Khofifah yang disebutnya rela melepas jabatan yang sudah dipegang demi merebut kursi Cagub Jatim yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk saudaranya sesama kader NU yaitu Gus Ipul. Selain itu, Miftah juga secara tersirat mengklaim kalau Khofifah bukanlah Cagub Jatim yang direstui para ulama NU.

“Di Pilkada Jatim ini para kiai prihatin, ada yang sudah punya jabatan sampai rela dilepas demi merebut jabatan keluarganya sesama NU,” terangnya.

“Jika memang masih mengakui NU, pihak yang tidak direstui ulama NU harusnya lebih mengerti dan legowo, tidak usah saling menjatuhkan,” tandas pengasuh Ponpes Miftahussunnah Surabaya ini.

Gus Ipul dan Khofifah merupakan dua kader NU. Gus Ipul sendiri tercatat pernah menjadi ketua umum GP Ansor dan saat ini juga menjadi salah satu ketua di PBNU. Sementara itu, Khofifah adalah ketua umum muslimat NU sampai saat ini.

Baca Juga:  Emak-emak Minta Jokowi Mundur, Gerindra: Tolong Dengarkan Pak Presiden!

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer