Connect with us

Daerah

NU Disebut Organisasi Radikal dalam Buku SD, Mendikbud Kecolongan?

JARRAK.ID

Published

on

Mendikbud, Muhadjir Efendy (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Dalam buku panduan belajar untuk Kelas V Sekolah Dasar (SD), Organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) disebut sebagai salah satu organisasi radikal.

Buku yang ditulis oleh Maryanto, Fransiska, Diana Puspa, Heny Kusumawati dan Ari Subekti tersebut menuliskan di masa awal kemerdekaan muncul beberapa organisasi-organisasi yang dianggap radikal, termasuk NU karena menentang keras penjajahan Belanda.

Di halaman ke 45, Buku yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud tahun 2017 ini menjelaskan bahwa NU termasuk organisasi radikal bersama Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI) dan juga Partai Nasionalis Indonesia (PNI).

Di halaman tersebut menjelaskan tentang masa-masa sebelum kemerdekaan. Dimulai tahun 1900-an yang disebutkan sebagai masa awal pergerakan nasional, tahun 1920-1927-an sebagai masa awal radikal dan masa moderat pada tahun 1930-an.

Tanggapan Mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berjanji akan memperbaiki terkait masuknya NU sebagai salah satu organisasi radikal dalam buku ajar tersebut.

“Akan segera diperbaiki. Saya sudah minta Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berkeberatan bagaimana baiknya,” katanya, Selasa, (05/02/2019).

Muhadjir menjelaskan, buku yang beredar tersebut sudah digunakan sejak tahun 2014 dan sudah dua kali mengalami revisi.

“Memang banyak yang menanyakan itu melalui WA, dan buku itu sudah mengalami revisi. Yang terakhir saya yang menandatangani tetapi hanya menambah muatan materi informatika,” tandas Muhadjir.

Baca Juga:  Survei Median: Cak Imin Cawapres Potensial untuk Jokowi Maupun Prabowo

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer