Connect with us

Daerah

Novel Klaim KPK Kantongi Bukti Percakapan Lucas dan Eddy Sindoro

JARRAK.ID

Published

on

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku jika pihaknya mengantongi bukti rekaman perintangan penyidikan oleh pengacara Lucas terhadap tersangka eks bos Lippo Group, Eddy Sindoro.

Menurut Novel, rekaman itu terjadi akhir tahun 2016 saat Eddy Sindoro baru menjadi tersangka KPK karena diduga menyuap Panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Saat itu kata Novel, Eddy Sindoro masih berada di luar negeri dalam rangka untuk kepentingan berobat.

Dalam rekaman itu kata Novel, Eddy mengutarakan keinginannya untuk pulang dan menghadapi proses hukum di KPK. Namun Lucas justru meminta agar Eddy Sindoro tidak pulang ke Indonesia.

“Pembicaraan cukup panjang. Eddy menyampaikan ingin pulang ke Indonesia dan menghadapi proses hukum, kemudian terdakwa beri masukan untuk tidak pulang,” kata Novel dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, (10/01/2019). Novel bersaksi dalam sidang perkara perintangan penyidikan Eddy Sindoro dengan terdakwa Lucas.

Novel mengatakan, penyidik KPK menduga Lucas menggunakan cara lain untuk bisa berkomunikasi dengan Eddy Sindoro yang saat itu masih berada di luar negeri.

Menurut Novel, awalnya Lucas menghubungi pihak lain dengan ponselnya. Secara bersamaan, Lucas menggunakan ponsel lain untuk berkomunikasi dengan Eddy menggunakan aplikasi Facetime.

Bahkan kata Novel, penyidik KPK membawa rekaman percakapan itu ke ahli, dan ditegaskan jika rekaman itu memang benar suara Lucas.

“Kami bawa rekaman itu ke ahli, dan dinyatakan itu suara terdakwa,” kata Novel.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Lucas menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

KPK mendakwa Lucas menyarankan Eddy tidak kembali ke Indonesia. Hal itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK.

Baca Juga:  Kapolri Ungkap Pelaku Bom di Surabaya Satu Keluarga, Termasuk Tiga Anak di Bawah Umur

KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy kabur ke luar negeri sesaat setelah dideportasi ke Indonesia pada Agustus 2018 tanpa melalui imigrasi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer