Connect with us

Daerah

Nostalgia, Intip Kehangatan Pertemuan Dua Pendekar Chicago di Cik Ditiro

JARRAK.ID

Published

on

Amien Rais dan Buya Syafii Maarif terlihat akrab berfoto bersama di depan banner Milad Muhammadiyah ke-106 (Doc. ISTIMEWA)

YOGYAKARTA – JARRAK.ID – Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur suatu waktu mengatakan ada tiga tokoh generasi pertama cendikiawan muslim Indonesia, mereka adalah Nurcholis Madjid, Amien Rais, dan Buya Syafii Maarif.

Gus Dur bahkan menyebut istilah ‘Tiga Pendekar Chicago’ kepada mereka, karena kebetulan ketiganya adalah pentolan dari almamater akademik yang sama: Universitas Chicago.

Setelah ditinggal Cak Nur dan Gus Dur, Amien dan Buya menjadi dua pendekar tersisa. Keduanya tetap berada di garis depan mewarnai dinamika keumatan dan kebangsaan. Gagasan kebangsaan dan aktivisme keduanya kadang kontroversial. Karena itu, kedua mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sering dicaci, meski juga galib dipuji.

Dalam pergulatan sosial-politik, keduanya memiliki gaya dan cara yang tak sama. Tak sedikit keduanya saling beradu pandangan. Tetapi, menariknya, keduanya tetap akrab dan beradab, tak pernah saling mencaci, apalagi dengki dan membenci.

Pada Sabtu (17/11/2018) siang kemarin, sehari sebelum puncak Milad Muhammaduya ke-106, keduanya bersua di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta. Keterangan tersebut diungkapkan akun Facebook bernama Erik Tauvani. Ditulis Erik, Amien Rais dan Buya Syafii Maarif bertemu di ruang perpustakaan.

“Dalam suasana tenang itu, dua tokoh berbicar serius empat mata empat telinga di ruang perpustakaan. Entah apa yang mereka bicarakan hingga akhirnya pintu dibuka dalam ruangan tepat pukul 14.00 oleh Pak Amien,” tulis Erik dalam dinding Facebook-nya dilansir Jarrak.id.

Pertemuan yang berlangsung sekira satu jam di ruang perpustakaan itu menyisakan banyak cerita. Seolah nostalgia, Buya menyebut pertemuan dengan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu adalah yang kali pertama sejak 2004.

“Ini adalah pertemuan pertama saya sama Amien dengan pembicaraan yang serius sejak 2004. Sebelumnya hanya bertemu biasa saja. Suasana kali ini sangat jernih dan bersahabat,” terang Buya sebagaimana ditulis Erik.

Baca Juga:  Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua agar Anak Semangat Puasa

Disebutkan Erik, sehari sebelumnya, Amien menyampaikan keinginannya untuk bertemu sahabat lamanya Buya Syafii kepada Paryanto. Mendengar itu, lanjut Erik, Buya mengku bersedia dan gembira.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer