Connect with us

Berita

NISKALA: DHARMA ACHARYA NUSANTARA SEMBAHYANG DI LINGGA YONI AMED KARANGASEM

JARRAK.ID

Published

on

ABANG-JARRAK.ID – Yayasan Dharma Acharya Nusantara Buleleng, Kamis (4/6/2020) melakukan perjalanan spiritual ke Bali Timur.

Tepatnya di Pura Tri Mutering Jagat Lingga Sakti, berlokasi di Bukit Bulih Tengah, Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Dengan menyusuri jalan setapak yang menanjak dan berkelok-kelok akhirnya rombongan Dharma Acharya Nusantara sampai juga di sebuah Lingga Yoni yang dipercaya sebagai Linggam Siwa.

Jajaran pengurus yang dipimpin Ketua Umum Ketut Subaga,SH, didampingi Sekjen Gede Armadayasa, mengadakan persembahyangan bersama di Lingga yang baru ditemukan itu.

Sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat, keberadaan Lingga ini memang diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu, namun baru ditemukan.

Bagaimana kisahnya? Mangku Wayan Punia menceritakan bahwa di areal penemuan Lingga itu merupakan areal perbukitan yang merupakan tanah milik adat yang digarap keluarga Mangku Wayan Punia secara turun temurun. “Hingga suatu hari ditemukan lokasi adanya Lingga tersebut melalui mimpi dan Pawisik,” cerita Mangku Wayan Punia.

Di tempat ini dijumpai batu besar dan tinggi yang menyerupai Lingga. Serta ditemukan tumpukan batu yang sudah tertata berbentuk segi empat seperti dasar sebuah bangunan. “Ini diyakini bahwa dulu Maha Rsi Markandeya pernah mampir ke tempat ini,” kisah Mangku Wayan Punia.

“Selain itu sesuai dengan yang dikutip dari lontar Dewa Purana, keberadaan batu besar tersebut merupakan perwujudan Lingga Yoni dengan nama Siwa Pasupati” imbuhnya.

Lingga Hyang Pasupati itu tiada lain adalah Sang Hyang Siwa yang memiliki tiga wujud Tri Murti sehingga selain memuja Ida Sang Hyang Widi sebagai Hyang Pasupati, di Pura ini juga dilengkapi dengan pemujaan Hyang Siwa, Hyang Wisnu dan Hyang Brahma.

Selain itu Pura ini, dijelaskan Mangku Wayan Punia juga menjadi tempat untuk memohon Pasupati serta Pelukatan dan keselamatan bagi yang sakit. Begitu juga binatang piaraan atau tanaman di sawah dan ladang yang diserang hama.

Hal ini diakui Mangku Wayan Punia tidak terlepas dari mitologi awal dari Pura ini ditemukan, Beliau yang menjadi penguasa dari seluruh tumbuhan dan hewan yang lebih dikenal dengan nama Hyang Pasupati.

“Pasupati ini berasal dari dua kata yakni Pasu dan Pati, Pasu artinya hewan dan pati artinya menguasai atau merajai,” tambahnya

Dalam kesempatan itu pula diadakan launching serta penyerahan buku BAKTA SIWA SEJATI yang disusun oleh Gede Armadayasa, serta penanaman pohon kelapa gading oleh jajaran Pengurus Dharma Acharya Nusantara dan Pengempon Pura yang dilanjutkan dengan melakukan Upacara Siwa Gni Puja oleh Maha Rsi Bali Nila Kanta dari Gerya Agung Watu Kailas, Sudaji, Buleleng. Acara diakhiri dengan Penyineb pas di Hari Purnama Sadha tanggal 5 Juni 2020.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer