Connect with us

Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Menkeu Era Soeharto: 2019 Ganti Presiden

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) era Pemerintahan Soeharo, Fuad Bawazier mengaku nilai tukar rupiah 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1998 lebih stabil dibandingkan sekarang.

Saat ini diketahui angka nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh angka Rp 14.000 per dolar. Akibat melemahnya nilai tukar rupiah, sejumlah kebutuhan bahan pokok diproyeksikan juga mengalami kenaikan.

“Dulu 1997-1998 ketika ada tekanan ini, dalam persentase perubahan nilai tukar jauh lebih besar dari sekarang, karena bayangi itu dari Rp 2.400 sampai Rp 10.000-an, berapa persen (kenaikannya),” kata Fuad di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis, (10/05/2018).

Meski demikian, pria yang telah resmi menjadi kader partai besutan Prabowo Subianto itu menuturkan, kondisi ekonomi pemerintahan zaman Soeharto berbeda dengan pemerintahan Jokowi. Waktu itu masalah keuangan tak sekompleks sekarang.

“Dulu (krisis moneter) permasalahan keuangan karena swasta, jadi sekarang yang diserang pemerintahannya” tutur Fuad.

Apalagi, lanjut Fuad, saat ini kenaikan nilai tukar Rupiah pun diiringi dengan naiknya harga berbagai kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, subsidi yang dicabut, adanya inflasi, maraknya impor, dan kenaikan berbagai bahan pokok.

Jika terus-terusan seperti ini, Fuad khawatir krisis moneter itu akan terulang. Baginya, solusinya hanya satu, yakni ganti presiden. “Solusinya? 2019 ganti presiden,” tutup Fuad dengan singkat..

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer