Connect with us

Daerah

Ngeluh Sakit, KPK Kembali Tunda Periksa Rommy

JARRAK.ID

Published

on

Eks Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy atau Rommy saat berjalan keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – KPK kembali menunda untuk melakukan pemeriksaan terhadap Eks Ketum PPP, M Romahurmuziy atau Rommy.

Sedianya pemeriksaan akan dilakukan pada hari ini. Namun karena Rommy mengeluh sakit, pemeriksaan kembali ditunda.

“Kemarin pemeriksaan terhadap RMY (Romahurmuziy) tidak jadi dilakukan karena RMY kembali mengeluh sakit,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (09/05/2019).

Kendati demikian, Febri tidak menjelaskan Rommy mengalami sakit apa. Namun Rommy tidak sampai harus dirawat di rumah sakit.

“Hanya keluhan sakit dan kami pandang sampai saat ini masih bisa ditangani di KPK jadi tidak ada pembantaran,” ucapnya.

Selain itu, Febri juga menjelaskan soal proses praperadilan yang diajukan Rommy. Febri menyatakan KPK telah mengajukan saksi ahli dan bukti-bukti.

“Besok direncanakan pembacaan kesimpulan, nanti KPK akan menyampaikan seluruh analisis terkait praperadilan ini pada hakim dan semoga minggu depan hari Senin atau Selasa putusannya sudah ada. Proses praperadilan ini tidak menghentikan proses penyidikan,” jelasnya.

Rommy sebelumnya sempat dibantarkan di RS Polri karena mengeluh buang air besar mengeluarkan darah. Pembantaran dilakukan sejak 2 April hingga 2 Mei 2019.

KPK menetapkan Rommy yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI sebagai tersangka karena diduga menerima duit Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Duit tersebut diduga diberikan Haris dan Muafaq agar Rommy membantu proses seleksi jabatan yang diikuti keduanya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer