Connect with us

Daerah

Nengah Tamba Minta Pemprov Bali Kucurkan BKK ke Desa Muslim

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, I Nengah Tamba (Doc. JARRAK)

BALI – JARRAK.ID – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, I Nengah Tamba meminta Pemerintah Provinsi Bali segera lakukan evaluasi program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa pakraman. Menurutnya, alokasi dan distribusi BKK harus berlandaskan asas kemanfaatan dan keadilan.

“Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang dikucurkan Pemprov Bali mesti memang berasas pada kemanfaatan dan keadilan. Kucuran dana Rp 200 juta selama 3 tahun terakhir kepada desa adat mestinya juga disalurkan ke kampung Muslim di Bali,” ungkap Nengah Tamba melalui siaran resminya yang diterima redaksi, Kamis, (06/12/2018).

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat itu meminta Pemprov Bali untuk juga menyisihkan anggaran ke setiap desa berpenduduk Muslim. Pasalnya, lanjut dia, desa-desa tersebut juga memiliki kebutuhan yang sama untuk memperbaiki dan mengembangkan wilayahnya.

“Saya meminta Pemprov Bali untuk mengucurkan bantuan anggaran ke desa-desa Muslim di Bali, seperti Desa Loloan Barat, Loloan Timur, Pengambengan, Desa Cupel, Air Kuning, dan lainnya. Kebutuhan mereka sama,” terang dia.

“Prinsipnya keadilan untuk semua. Program BKK tiga tahun terakhir memang memiliki kontribusi luar biasa untuk pengembangan wilayah adat, tetapi ada desa-desa lain yang perlu uluran tangan pemerintah. Semua penduduk Bali kan saudara,” lanjut Nengah Tamba.

Meski bukan bentuk desa Pakraman, desa-desa Muslim di Bali juga memiliki hak yang sama dari Pemprov Bali. Karena itu, kata Nengah Tamba, alokasi BKK mestinya juga dikucurkan untuk membantu mereka.

“Dasarnya kan mereka (desa Muslim) juga memiliki kontribusi terhadap Bali, mereka juga punya hak untuk mendapatkan BKK. Anggaran itu misalnya untuk perbaikan tempat ibadah seperti masjid dan mushalla,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Nengah Tamba, potensi banjir di sejumlah titik desa Muslim mengkhawatirkan. Dia lalu mencontohkan Desa Loloan yang beberpa hari terakhir terserang banjir.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Sosialisasi Gebyar Budaya Madura 2019, Ini Jadwal Pelaksanaannya

“Sendainya mereka juga mendapatkan alokasi BKK, mereka bisa menggunakan dana itu untuk drainase dan perbaikan lingkungan,” kata dia.

Politisi asal Jembana ini berkomitmen untuk mengawal aspirasi desa-desa Muslim supaya bisa mendapatkan hak bantuan yang sama. aspirasi tersebut, kata dia, disampaikan langsung oleh masyarakat saat serap aspirasi (Reses).

“Saya lihat sendiri kondisi masyarakat. Saya pasti perjuangkan aspirasi mereka, semua itu untuk kemaslahatan dan kesejahteraan publik,” pungkas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer