Connect with us

Elektoral

Nekat Bertemu Jokowi, Prabowo Dianggap Mempermalukan Pendukungnya Sendiri

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (OPI), Dedi Kurnia menganggap bahwa Ketua Umum Pantai Gerindra, Prabowo Subianto yang kembali bertemu dengan Presiden Joko Widodo sama saja dengan mempermalukan pendukungnya sendiri.

Pasalnya kata dia, banyak pendukung Prabowo yang berharap dapat menjadi oposisi, ketimbang bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Prabowo tidak sadari, 68 juta pemilih setidaknya berharap Prabowo menjadi presiden, atau sekurang-kurangnya sebanyak itu tidak menyukai Jokowi. Jika hari ini kemudian Prabowo menjual kepercayaan publik dengan kursi kahinet, maka Gerindra terancam ditinggal pemilih,” kata dia, Sabtu, (12/10/219).

Pengajar di Universitas Telkom ini merasa bergabungnya Prabowo ke dalam pemerintahan akan memperlemah fungsi check and balance di negeri ini.

“Ini penanda kurang baik bagi demokrasi kita, pemerintah yang terlalu dominan akan melahirkan tirani,” jelas dia.

Dia berharap baik Prabowo dan Jokowi bisa menjaga etika politik.

”Kondisi saat ini, sebenarnya sudah sangat berpihak pada pemerintah, bisa kita lihat dari parlemen yang dikuasai mitra koalisi pemerintah,” katanya.

Hanya saja, menurut dia, dalam politik praktis, Gerindra terlanjur kalah baik di pilpres juga di pileg sehingga memerlukan ruang unjuk menonjolkan diri di kabinet. Begitu juga dengan Partai Demokrat, memerlukan ruang yang sama untuk memunculkan nama Agus Harimurti Yudhoyono demi 2024.

“Prabowo harus tetap konsisten sebagai oposisi, dalam kondisi apa pun, setidaknya keberadaannya bisa memgimbangi dominasi kubu pemenang,” tegas Dedi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer