Connect with us

Other

Musibah KM Sinar Bangun: Antara Cerita Mistis Ikan Mas Raksasa dan Ritual Gondang Mangelek

JARRAK.ID

Published

on

Doa Keluarga Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba (Doc. Net)

MEDAN – JARRAK.ID – Musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara beberapa waktu lalu dikaitkan dengan sebuah cerita mistis. Cerita tersebut berawal dari penangkapan ikan mas raksasa berukuran besar yang disebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya musibah tersebut

Sebelumnya, musibah menimpa KM Sinar Bangun yang karam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Secara keilmuan, kecelakaan tersebut disinyalir akibat kondisi cuaca di perairan danau vulkanik itu sedang buruk. Angin kencang, hujan badai, dan gelombang tinggi. Ditambah kuat arus air.

Tetapi cerita mistis sudah kadung menyebar. Warga menganggap kalau penangkapan ikan mas besar adalah pertanda akan muncul musibah di Danau Toba.

Menurut penuturan Irfan Simbolon, warga setempat sebagaimana dikutip dari Viva, harusnya ikan seberat 14,5 kilogram yang ditangkap nelayan harusnya dilepaskan lagi. Karena sejak dulu, ikan yang boleh dipancing hanya yang berukuran wajar.

Irfan juga berpendapat kalau sebaiknya Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar ritual adat permohonan, Upacara Mangelek Sahala Oppui.

“Dengan mengundang para budayawan-budayawan dan para guru spiritual serta tokoh-tokoh agama di sekitar Danau Toba. Dengan demikian semoga seluruh korban dapat ditemukan secepatnya,” ujar Irfan sebagaimana dilansir dari Viva.

Menurut Irfan, upacara serupa juga sudah sering digelar sejak dulu oleh masyarakat setempat dan merupakan ajaran nenek moyang.

“Pernah beberapa kali digelar, dan kami berharap ritual adat itu bisa digelar pemerintah,” ujar Irfan.

Ritual Gondang Mangelek

Cerita mistis yang kadung tersebar dan dipercaya oleh masyarakat setempat tersebut membuat masyarakat melakukan upacara Gondang Mangelek pada Sabtu, (23/06/2018). Mengelek artinya sama dengan membujuk. Ritual yang merupakan kearifan lokal ini digelar sebagai bentuk simbolisasi permohonan kepada Tuhan agar dapat menunjukkan dan mengembalikan para korban ke permukaan.

Baca Juga:  Yuk Amati Fenomena Supermoon Petang Nanti, Begini Caranya

Ritual Gondang Mangelek ini dilakukan di atas kapal di kawasan Tigaras, Simalungun. Dalam ritual ini digunakan dua alat utama yaitu Godang dan Sarude yang dibunyikan sebagai bentuk permohonan kepada tuhan.

Hingga hari ketujuh pencarian, KM Sinar Bangun tak kunjung ditemukan. Bahkan proses pencarian sudah dilakukan dengan menambah peralatan canggih dan menerjunkan penyelam dari marinir. Tapi hingga kini bangkai kapal nahas tersebut belum juga ditemukan

KM Sinar Bangun Ditemukan

Entah secara kebetulan atau memang ada ilmu pengetahuan yang dapat menjelaskan, secara tiba-tiba pasca dilakukannya ritual adat Gondang Mangelek, tim survei SAR gabungan berhasil menemukan posisi Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam, Senin, (18/06/2018). Kapal tersebut ditemukan pada kedalaman 450 meter di dalam Danau Toba.

Dengan ditemukannya bangkai kapal tersebut artinya sudah ada titik terang dan tim akan segera melakukan tindakan evakuasi karena di dalam kapal nahas tersebut diduga masih ada korban.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer