Connect with us

Bisnis

Mulai Buka Keran Penyerapan Garam Rakyat, PT Garam Siap Beli di Atas Harga Swasta

JARRAK.ID

Published

on

Direktur Operasional PT Garam, Hartono secara simbolis membuka kegiatan penyerapan garam rakyat di Gudang Pergaraman II, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu 01 Agustus 2018 (Doc. JARRAK)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – PT Garam (Persero) sudah mulai bergerak untuk melakukan penyerapan garam milik rakyat. Berbekal Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp204 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), PT Garam  menargetkan menyerap garam rakyat 124 ribu ton di tahun 2018.

Direktur Operasional PT Garam, Hartono mengatakan bahwa penyerapan garam rakyat salah satunya berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan mempertimbangkan jumlah produksi yang terbesar.

“Untuk di Madura kan produksinya yang paling besar di Kabupaten Sampang. Sedangkan untuk Kabupaten Pamekasan kita tergetkan 10 ribu ton sampai 11 ribu ton tahun ini,” kata Hartono disela-sela kegiatan simbolis penyerapan garam rakyat di Gudang Pergaraman II PT Garam, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu, (01/08/2018).

Ke depan Hartono berharap petani garam tidak ‘selingkuh’ dengan swasta soal penentuan harga jual. Hartono juga meminta petani tidak mudah tergoda oleh iming-iming swasta, karena itu hanya sesaat.

“PT Garam setiap tahun melakukan penyerapan. Kalau swasta tidak mau membeli sesuai dengan harga yang ditawarkan petani, maka jangan jual. Jual saja ke PT Garam, karena kita membeli dengan harga lebih tinggi sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per ton dari swasta,” tegas mantan Sekretaris PT Garam tersebut.

Mulai Beli Garam Rakyat

Ditanya soal kegiatan simbolis yang diselenggarakan PT Garam, Hartono menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sudah mulai membuka kran penyerapan garam rakyat.

“Supaya petani yang tahu berbondong-bondong ke PT Garam menawarkan garamnya dengan kualitas terbaik, agar tidak dijual ke swasta. Jangan sampai harga di bawah PT Garam, kasian petani. Karena rata-rata swasta hanya berani membeli garam rakyat setiap tahun rata-rata hanya harganya Rp1.100 sampai Rp1.200.”

Baca Juga:  PT Garam Siapkan Lahan 225 Ha di Kupang untuk Produksi Garam Industri

“Makanya PT Garam siap membeli di atas harga itu. Kita tahu buat garam itu susah, yang merasakan itu PT Garam. Kalau swasta prinsipnya kan yang penting pengeluaran sedikit dan pemasukan sebesar-besarnya,” tegas Hartono.

Direktur Operasional PT Garam, Hartono menyaksikan aktifitas pembongkaran garam rakyat di Gudang Pergaraman II PT Garam di Pamekasan (Doc. JARRAK)

Karena itu, pihaknya merasakan betul kesulitan yang dihadapi petani dalam kegiatan produksi garam, maka harga beli yang ditawarkan PT Garam mempertimbangkan keuntungan petani.

“Kegiatan bisnis PT Garam bukan hanya berorientasi pada keuntungan saja, tetapi PT Garam juga memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya harga garam yang ditawarkan perusahaan juga menguntungkan petani,” kata Hartono.

Hartono juga membantah tudingan jika PT Garam membeli garam petani di bawah harga swasta.

“Kalau kita lihat sekarang, swasta itu sampek Surabaya sekitar Rp1.450 dipotong heading berapa terus ada fee untuk penyalurnya berapa. Itu sampek rakyat Rp1.100. Kalau tidak percaya tanya ke Susanti,” imbuh Hartono.

Hartono mencontohkan PT Mitra yang impor 70.000 ton pernah membuka harga garam milik petani Rp2.700

“Tapi hanya sesaat. Itu memberi harapan palsu kepada petani lokal. Padahal petani sudah teken kontrak dengan PT Garam sesuai dengan harga pasar waktu itu, tapi kita justru ditinggalkan dan mereka lari kesana (swasta), setelah ditolak sama mereka, balik lagi ke PT Garam. itu kan kegiatan bisnis yang kurang bagus,” terang Hartono.

Terkait harga, Hartono menegaskan dalam setiap bulan selalu ada penyesuaian. Tetapi untuk bulan ini PT Garam mematok harga beli Rp1.450 sampai Rp1.550 untuk kualitas K1.

Skema Jemput Bola

Ditanya soal skema dan pola penyerapan garam rakyat, Hartono menegaskan bahwa PT Garam memiliki Satgas PGR (Penyerapan Garam Rakyat) dimana setiap Pergaraman ketua timnya kepala pegaraman dan kasi gudang.

Baca Juga:  BPOM Pastikan 27 Merek Ikan Sarden Mengandung Cacing Pita, Termasuk Produk dari China

“Mereka yang mengidentifikasi kepada petani di bawah mana kualitasnya yang bisa masuk, lalu kita suruh mereka membuat penawaran. Kalau memang petani kesulitan, PT Garam yang menyiapkan dan mereka tanda tangan saja dimana saja yang bisa diserap kita akan tanggapi dan terakhir kita menyepakati kontrak pembelian,” kata Hartono.

(Doc. JARRAK)

Selain itu PT Garam juga menerapkan ‘jemput bola’. Ketika harga garam rendah, PT Garam akan turun ke petani. Ketika harga mulai stabil, PT Garam akan beralih ke tempat lain yang masih rendah.

Untuk stabilisasi harga, Hartono menyebut pihaknya sudah mengusulkan Harga Eceran Tertinggi (HET) ke kementerian terkait. Untuk K1 Rp1.500 K2 Rp1.250 dan K3 Rp1.000.

“Agar stabil di pasaran. Sekarang masih dipertimbangkan oleh pemerintah kenapa muncul harga seperti itu. Kita sudah melakukan rapat dengan KKP dan sudah ada respon positif terkait HET yang diajukan PT Garam dengan mempertimbangkan petani dan aspek industri,” tandas Hartono.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer