Connect with us

Daerah

MUI: Hoaks Ratna Sarumpaet Berpotensi Picu Tindakan Teror dan Radikalisme

JARRAK.ID

Published

on

Gedung MUI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah menilai Ratna Sarumpaet dengan sengaja menebar teror dan radikalisme di media sosial.

Menurut Ikhsan, Ratna harus mampu mempertanggung jawabkan secara hukum tindakan berbohongnya kepada publik.

“Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatanya dan dijerat Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 15 agar kita semua menjaga etika dan moral Medsos,” kata Ikhsan dalam keterangannya yang diterima, Rabu malam, (03/10/2018).

Bentuk teror yang terjadi di media sosial diakui Ikhsan, berbentuk fitnah dan keresahan pada masyarakat Indonesia.

Dalam dua hari ini masyarakat Indonesia telah dihebohkan dengan pemberitaan dugaan penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018 lalu.

Namun Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak mengalami penganiayaan dan membenarkan luka lebam di wajahnya karena melakukan prosedur bedah plastik.

“Tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh ‘setan’ mana ke saya dan berkembang seperti itu,” kata dia dalam konferensi pers di rumahnya di Bukit Duri, Jakarta.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer