Connect with us

Daerah

MUI Harap Tidak Ada Takbir Politik di Malam Lebaran

JARRAK.ID

Published

on

Ketua MUI, KH Maruf Amin (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin berharap tidak ada kegiatan takbir di malam lebaran Idul Fitri yang bermuatan politik. Pasalnya lima titik di Jakarta akan jadi gelaran kegiatan takbir.

“Jangan teriak yang tidak perlu, apalagi menggunakan takbir keliling untuk isu politik, nanti malah berbenturan. Gerombolan ini teriak, nanti muncul gerombolan lain yang tidak setuju, lalu berbenturan,” tutur Marug di gedung MUI, Jakarta, Selasa, (11/06/2018).

Menurutnya, nuansa politis itu bisa memicu konflik yang bisa merugikan semua pihak. Sehingga dapat mengurangi dan mereduksi makna perayaan Idul Fitri yang seharusnya bisa menyatukan.

“Saya harap dilakukan dengan tertib, jangan sampai ada benturan yang menimbulkan konflik,” kata dia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya memastikan tidak akan ada acara perayaan malam takbiran di Monumen Nasional (Monas) jelang Lebaran Idul Fitri 2018. Acara takbiran akan dilakukan di lima titik berbeda di Jakarta.

“Tidak akan ada takbiran di Monas, akan dipecah ke lima wilayah agar tidak memusatkan kepadatan lalu lintas ke pusat kota,” kata Sandi saat ditemui di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, (11/06/2018) kemarin.

Baca Juga:  Soal Pergub Reklamasi, PB HMI Tuding Anies-Sandi Berdusta

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer