Connect with us

Bisnis

Muda dan Berprestasi, Ario Bimo Dianggap Pantas Jadi Direktur Keuangan BNI

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Keuangan BNI Ario Bimo (tengah) disaksikan Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan (kanan) sebelum memberikan keterangan pers terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di Jakarta, Jumat (30/8/2019). ( Foto: ANTARA FOTO )

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Gagas Nusantara, Romadhon Jasn meminta agar para ahli dan pengamat ekonom jernih melihat hasil Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSL) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama pada sejumlah perbankan plat merah tersebut.

Menurut dia, RUPSLB BUMN sudah sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN PER-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi BUMN.

“Memang ada sebagian yang tidak melihat secara utuh aturan tersebut. Jangan sampai kecemburuan akibat kalah dalam pemilihan Presiden (pilpres) lalu membuat pernyataan tanpa disertai bukti dan data. Tapi semoga tidak demikian,” kata dia melalui keterangan resmi kepada Jarrak.id, Minggu malam, (08/09/2019).

Ia menegaskan, dalam Bab III tentang Tata Cara Pengangkatan Huruf A Ayat 3 disebutkan bahwa bakal calon direksi BUMN meliputi (a) pejabat satu tingkat di bawah Direksi atau pejabat yang mempunyai prestasi istimewa; (b) Direksi anak perusahaan BUMN/perusahaan patungan BUMN.

“Saya meyakini mereka yang mempersoalkan pergantian dan rotasi sejumlah direksi BUMN tidak membaca dengan baik peraturan Menteri BUMN tersebut. Artinya dalam Peraturan Menteri BUMN ada klausul siapapun yang berprestasi layak menjadi direksi BUMN,” tegas Romadhon.

Apresiasi Direksi Milenial

Soal polemik pengangakatan direksi muda dalam Bank BUMN, Romadhon menegaskan keputusan itu tentu sudah mempertimbangkan masa depan perusahaan.

“Publik seharusnya mengapresiasi keputusan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang menunjuk Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan. Begitu juga dengan RUPSLB PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mengangkat Azizatun Azhimah sebagai Direktur Kepatuhan. Artinya jangan lihat usainya tetapi lihat kompetensi dan kemampuannya.”

Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi industri perbankan cenderung semakin meningkat sehingga membutuhkan energi dan kecepatan yang kian tinggi terutama dalam pengambilan keputusan.

“Untuk itu kebutuhan akan tenaga-tenaga muda semakin mengemuka demi memenuhi tantangan tersebut.”

“Soal tudingan hasil RUPSLB yang dianggap tidak beprestasi dan melanggar aturan adalah diluar fakta, hanya tuduhan tidak mendasar. Jangan sampai kebencian menjadi fitnah, bisa masuk unsur pidana,” jelas Romadhon.

Muda Berprestasi

Untuk diketahui, sebelum menjabat sebagai Direktur Keuangan, Ario Bimo sempat menjabat sebagai General Manager BNI Cabang Tokyo (2018-2019) dan Wakil Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah (BIN) BNI (2018).

Ario Bimo meraih gelar Master of Engineering Management dari University of Technology Sydney.

Selama diberi tanggung jawab menangani BNI Cabang Tokyo, Bimo mampu meningkatkan aset BNI menjadi 868 juta dolar AS per Agustus 2019.

Selain itu, License BNI sub branch Osaka ditingkatkan dari sebelumnya hanya marketing officer menjadi marketing dan pengelolaan dokumen untuk pembukaan rekening BNI Taplus.

Sementara itu, Azizatun Azhimah diketahui merupakan inisiator pendirian BRI Singapore dari persiapan infrastruktur, perizinan, perekrutan lokal staff, inisiasi network bisnis dengan conterparts. Peresmian operasional bisnis singapore Juli 2015 dan mencapai BEP Maret 2016.

Di tangan Azizah, VP treasury BRI Global Market dan Banking Book Liquidity, peningkatan produktifitas profit dealer lebih dari 200 pct dibanding periode sebelumnya. Memaintain prestasi treasury award 2018 (akan diumumkan akhir 2019) sebagai Dealer terbaik pasar sekunder dan Dealer Utama dengan Kinerja Terbaik, perbaikan bisnis proses treasury dan pengembangan produk

Head Financial Institution, prestasi menjadikan FI departement tidak hanya berfungsi memaintain relationship dengan counterparts menjadi aktivitas orientasi profit dari sisi asset creation: transaksi refinancing (Acting as funding bank), riskparticipation asset, transaksi bank garansi atas dasar counter garansi bank koresponden dan dari sisi liabilitas memfasilitasi pencarian dana offshore seperti penerbitan banker acceptance, bilateral loan, club deal dan lainnya

Tim BRI Investor Relation, melakukan analisa dan mengkomunikasikan kinerja BRI terhadap shareholder dan stakeholder termasuk mengkomunikasikan impact implementasi psak 50/55.

“Perubahan, perombakan menajemen BUMN merupakan tindakan besar, bukan like and this like, barang tentu hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan Presiden Jokowi. Kita sama-sama mengkritisi kebijakan jika keluar dari aturan, tetapi jika benar kita dukung agar tercapai tujuannya untuk memakmurkan rakyat Indonesia,” tandas Romadhon.

Advertisement

Populer