Connect with us

Politik

Moeldoko: Pasukan Elite TNI Siap Turun Sesuai Kebutuhan

JARRAK.ID

Published

on

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (purn.) Moeldoko (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pengaktifan kembali Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam memerangi aksi terorisme, Presiden Jokowi secara prinsip telah setuju. Demikian disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (purn.) Moeldoko.

“Pengerahannya akan disesuaikan dengan spektrum ancamannya. Kalau sudah menuju high intensity conflict maka dipastikan satuan itu harus turun untuk menjamin keamanan rakyat semua,” ujar mantan panglima TNI itu, di Jakarta, Rabu, (23/5/2018), seperti dikutip VIVA.

Menurut Moeldoko, Koopssusgab adalah pasukan yang terdiri atas gabungan pasukan elite anti teror TNI lintas matra. Pasukan ini dibentuk 2015 lalu, saat Moeldoko masih menjabat sebagai Panglima TNI, untuk menghadapi ancaman ISIS yang mulai merembet ke Indonesia.

“Mereka setiap saat bisa diturunkan, sesuai kebutuhan,” tegas dia.

Selain itu, Moeldoko menjamin, pemerintah akan satu suara terkait persepsi mengenai terorisme dalam RUU terorisme.

“Pak Presiden sudah tanya ke Menkumham. (Definisi) akan segera diselaraskan. Kita berharap segera selesai,” kata Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, seluruh elemen negara sudah sepakat bersama, berkomitmen memberantas terorisme. Komitmen itu juga ditunnjukkan oleh Pilri dan TNI untuk bekerjasama memebrantas terorisme di Indonesia.

“Itu tergantung dari kebutuhan lapangan. Kapolri dan Panglima TNI sudah menyatu. Setiap saat bisa dimainkan sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (pol.) Setyo Wasisto juga berharap revisi Undang-undang terorisme bisa segera disahkan untuk memudahkan langkah pihaknya mengantisipasi aksi teror dan memberantas jaringannya.

”Kita sebenarnya sudah tahu orang-orangnya, dari Sabang sampai Merauke. Jelas keliatan. Tapi kami tidak bisa melakukan apapun terhadap mereka. Ada keterbatasan Polri karena undang-undang,” ujar Setya.

Bahkan, menurut Setyo, dirinya sepakat bila seluruh elemen negara dilibatkan dalam pemberantasan terorisme. Karena, tambahnya, pemberantasan teroris tidak bisa dilakukan oleh Polisi sendiri.

“Polri berharap ada kerja sama antara pemangku kepentingan. TNI, BIN, BNPT, dan Pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer