Connect with us

Politik

Modus Baru, Praktik Gratifikasi Melalui Pesta Pernikahan

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi/Net

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) mengungkap adanya penerimaan gratifikasi Sekda Kepulauan Riau (Kepri), TS Arif Fadillah. Gratifikasi tersebut dilakukan melalui modus pernikahan anaknya. KPK menjelaskan, modus semacam itu memang sering terjadi.

“Banyak korupsi yang dilakukan kepala daerah dan pejabat daerah lainnya dimulai dari sikap kompromistis penerimaan gratifikasi oleh yang bersangkutan yang umumnya diselipkan dalam acara acara adat istiadat yang luhur,” kata Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, Senin (21/5/2018).

Giri menyebutkan bahwa modus penggelapan uang juga sering dilakukan melalui isntrumen seperti pernikahan. Tujuannya, kata dia, untuk mengelabui dan lolos dari pemeriksaan gratifikasi.

“Perkembangan modus saat ini berkembang, yang semula diberikan saat acara melalui kotak sumbangan, menjadi pemberian dilakukan sebelum acara atau setelahnya dalam nilai yang besar. Tujuannya menghindari pemeriksaan pelaporan gratifikasi,” ujar Giri.

Diberitakan detikcom, KPK melalukan klarifikasi terhadap penerimaan gratifikasi Sekda Kepri, TS Arif Fadillah, untuk pembiayaan pernikahan anaknya. Arif sendiri baru melapor setelah KPK memeriksanya. Dugaan sementara, nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Dugaan pembiayaan resepsi pernikahan berupa uang tunai, makanan, dan barang, pembayaran vendor,” terang Giri.

Selain itu, KPK merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memberi sanksi kepada pejabat pemerintah tersebut. KPK juga melakukan koordinasi dengan Inspektorat Kemendagri.

Saat dicecar pertanyaan oleh KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Arif bungkam. Dirinya enggan menjawab perihal pembiayaan pesta pernikahan anak lelakinya yang digelar 2 kali itu, yakni pada 16-17 Februari 2018.

Baca Juga:  Ini Kata Komjen Iriawan Soal Tuduhan Tidak Netral Dirinya Pasca Jadi Pj Gubernur Jabar

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer