Connect with us

Daerah

Misteri Kematian Ajeng, BPI KPNPA RI Akan Menghadap Kapolri

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) mengaku ikut prihatin dengan meninggalnya Ajeng Yuliani Ratnadewi, warga Cipacing, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang sempat viral di media sosial.

Pasalnya sampai saat ini misteri soal kematian Ajeng belum juga terungkap.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar mengaku bahwa pihaknya juga mendapatkan laporan dari keluarga korban.

Menurut dia, pihaknya juga sudah membuat Tim Pencari Fakta (TPF), dan selanjutnya mengagendakan pertemuan dengan petinggi Polri dalam rangka membahas kasus tersebut.

Sebelumnya TPF BPI KPNPA RI menemukan ada tiga kejanggalan dalam kasus meninggalnya Ajeng, diantaranya, pertama, tidak ada tindak lanjut penyelidikan terhadap HIH yang diduga pelaku dalam kasus meninggalnya Ajeng.

Kedua, rekonstruksi olah TKP yang disaksikan masyarakat umum, namun tidak diperkenankan untuk merekam, memfoto dan mendokumentasikannya,

Ketiga, sejak dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dengan Laporan Polisi Nomor: STPL/B/157/V/2019/Polsek, pertanggal 24 Mei 2019 di SPK Polsek Rancaekek, kemudian ditangani oleh Polres Kabupaten Bandung (Soreang), belum ada pemanggilan terhadap saksi-saksi maupun gelar perkara sampai sekarang, terkait adanya dugaan tindak pidana penganiayaan, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Atas hal itu, TPF BPI KPNPA RI mengajukan permohonan untuk bertemu dengan Kapolri.

“Kita junjung Promoter Polri, jangan sampai marwah Polri jatuh karena segelintir oknum yang menyimpang. BPI KPNPA RI akan terus mengawal kasus ini sampai benar-benar tuntas,” tegas Sukendar, Jumat, (09/08/2019).

Advertisement

Populer