Connect with us

Mancanegara

Meski dengan Status Non-Prosedural, Akhirnya 122 Pelajar RI Bisa Tes di Al-Azhar Mesir

JARRAK.ID

Published

on

KAIRO – JARRAK.ID – Setelah sekian lama menunggu, akhirnya sebanyak 122 pelajar asal Indonesia bisa mengikuti tes khusus untuk masuk ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Tes khusus tersebut dilaksanakan Kementerian Agama RI pada 19 dan 20 Maret di KBRI Kairo, Mesir. Para pelamar perguruan tinggi tersebut telah tiba di Mesir antara tahun 2013-2016.

Keputusan untuk menggelar tes khusus tersbut, merupakan hasil pembicaraan hasil pembicaraan antara Rudy Ambari (Kasi Bina Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam/PTKIS) Kemenag RI dengan Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, pada 03 Maret tahun lalu.

Kabarnya, sebanyak 122 calon mahasiswa itu, disebut mahasiswa non-prosedural, karena berangkat ke Mesir tanpa melalui tes di Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.

Seperti hasil kesepakatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penanganan Permasalahan Pelajar Indonesia di Mesir yang diselenggarakan oleh Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI di Depok pada 19 Februari, bahwa pelaksanaan tes khusus akan mengacu pada hasil rapat FGD.

“Tes khusus ini hanya dilaksanakan sekali dan tidak boleh menjadi preseden untuk tahun-tahun berikutnya, sehingga tidak terjadi kembali praktek pengiriman pelajar Indonesia ke Mesir secara non-prosedural oleh oknum broker, tanpa mengikuti seleksi di Kemenag RI yang menyebabkan para pelajar tersebut terlunta-lunta di Mesir,”  ujar Duta Besar LBBP RI di Mesir, Helmy Fauzy, Senin (05/03/18).

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Khatibul Umam Wiranu di Jakarta, meminta kepolisian dan Kementerian Agama mengusut apabila ada dugaan tindak pidana trafficking dalam kasus 122 pelajar Indonesia di Mesir itu.

Seperti dilansir dari laman Facebook PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Mesir dijelaskan, Presiden PPMI Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, telah menemui Wakil Presiden  RI Jusuf Kalla di Jakarta pada pertengatan Februari lalu untuk meminta bantuan ikut menyelesaikan kasus 122 pelajar Indonesia tersebut.

Baca Juga:  188 WNI di Luar Negeri Tunggu Dihukum Mati

Usut punya usut para pelajar Indonesia yang terlunta-lunta tersebut, ditengarai telah membayar sejumlah uang kepada oknum broker yang menjanjikan mereka untuk dapat kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer