Connect with us

Politik

Merasa Dilecehkan, Kejagung akan Tarik Semua Jaksa yang Bertugas di KPK

JARRAK.ID

Published

on

Jaksa Agung, HM Prasetyo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan pihaknya akan menarik semua jaksa yang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Prasetyo, ada 80 Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diperbantukan di KPK untuk ikut menangani berbagai kasus tindak pidana korupsi.

Kendati demikian, Prasetyo menegaskan ada salah satu pimpinan KPK yang kurang menghargai keberadaan jaksa di lembaga anti rasuah itu. Mirisnya kata Prasetyo, JPU selalu dipersoalkan oleh pimpinan tersebut.

“Saya akan panggil jaksa terkait masalah apa yang ada di sana. Jadi saya tidak mau anak-anak saya di sana diperlakukan tidak semestinya,” kata Prasetyo, usai melantik sumpah jabatan di gedung Kejagung, Jakarta, Rabu, (30/05/2018).

Padahal kata Prasetyo, keberadaan jaksa di KPK sudah mampu memberikan kontribusi positif bagi optimalisasi penanganan perkara korupsi. “Ada pegawai tetap di sana yang menghendaki agar mereka sendiri yang bekerja tidak boleh pihak lain (termasuk jaksa),” ucapnya.

Prasetyo juga mengatakan, pihak KPK tidak bisa merekrut atau mengambil jaksa yang bukan berasal dari instansi kejaksaan. Karena itu telah melanggar aturan perundang-undangan.

Sebelumnya diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pihaknya mengusulkan revisi PP Nomor 63 Tahun 2005 yang diperbarui menjadi PP 103/2012 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK.

Regulasi itu menyangkut perpanjangan masa tugas jaksa yang diperbantukan di KPK.

Pernyataan dalam rangka menanggapi terkait tidak dipenuhinya permintaan penambahan jaksa yang ditugaskan di KPK. Pasalnya lembaga anti rasuah masih mengalami kurangnya sumber daya manusia, khususnya jaksa yang melakukan penuntutan kasus tindak pidana korupsi.

Sementara pada Agustus 2018 mendatang, tercatat ada 5 JPU yang sudah berdinas selama 10 tahun sehingga harus kembali ke Kejaksaan Agung karena masa jabatan telah berakhir.

Dengan demikian, total jaksa di KPK tinggal 80 orang. Namun, KPK merasa jumlah tersebut masih kurang dan meminta agar ditambahkan 60 jaksa lagi. Namun permintaan penambahan jaksa tersebut tidak dipenuhi oleh Jaksa Agung HM Prasetyo.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer