Connect with us

Politik

Menyejukkan, Ini Momen Saat SBY dan Megawati Salaman dalam Pemakaman Ani Yudhoyono

JARRAK.ID

Published

on

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjabat tangan dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (kanan) saat pemakaman Ibu Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (02/06/2019)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sokarnoputri merupakan salah satu tokoh yang ikut menghadiri pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Ada momen menarik saat Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjabat tangan dan bersalaman hangat dengan Presiden RI keenam tersebut.

Megawati tampak melempar senyum kepada SBY yang matanya¬†sembab. “Terima kasih, bu,” ujar SBY yang suaranya terdengar samar-samar di tengah desakan para pelayat yang mengantre ingin bersalaman mengucapkan turut berdukacita.

Dalam momen tersebut, Megawati hadir dengan didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Sekjen PDIP Hasto Kriatiyanto.

Sebelumnya, Ani Yudhoyono meninggal dunia di Nasional University Hospital (NUH) Singapura akibat penyakit kanker darah yang dideritanya.

Ani Yudhoyono selama beberapa bulan terakhir menjalani perawatan disana, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, pukul 10:50 waktu setempat.

Kehadiran Megawati dalam pemakaman Ani Yudhoyono terasa sangat istimewa. Pasalnya selama ini hubungan Megawati dan SBY diakui kurang baik.

Bahkan SBY mengaku selalu berusaha memulihkan hubungannya dengan Megawati, yang pernah menjadi atasannya saat menjabat sebagai Presiden antara tahun 2001 sampai tahun 2004 silam.

“Saya harus jujur, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada jarak,” kata SBY di kediamannya, bilangan Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu malam, (26/07/2018).

Baca Juga:  Curhat Yusril Lihat Partainya Terzalimi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer