Connect with us

Politik

Menteri Jonan Anggap Revisi UU Minerba Tak Mendesak

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Terkait dengan inisiasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai Undang-Undang (UU) Minerba Nomor 4 Tahun 2009, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan bahwa hal tersebut bukan kebutuhan yang mendesak. Artinya bukan harus selesai dalam waktu dekat.

“Kalau tidak mendesak, ya apa perlu sekarang?” ucap Jonan, Rabu (11/4/2018).

Selanjutnya, Jonan menegaskan bahwa seringnya revisi UU Minerba akan membuat ketidakpastian bagi pengusaha. Setidaknya berikana mereka waktu untuk melihat sejuah mana perkembangannya. Apalagi, UU Minerba barus saja diterbitkan pada 2009 lalu, artinya belum sampai 10 tahun hingga sekarang.

Pasalnya, dalam rapat paripurna DPR, Selasa (10/4/2018) kemarin, upaya-upaya untuk merevisi merupakan inisiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya UU Minerba. Salah satu hasil rapat tersebut, adalah DPR menyetujui pembahasan kembali rancangan UU Minerba tahun ini.

“Yang penting, tentang dunia usaha itu adalah kepastian, jadi UU ini belum 10 tahun. Masa mau diubah lagi,” kata Jonan.

Meskipun Jonan sendiri menyatakan bahwa setiap ada perubahan pasti mengandung dampak positif dan negatif yang tidak bisa dipungkiri oleh semua pihak. Karena itu, untuk revisi UU Minerba tersebut sebaiknya tidak usah gegabah tanpa ada pengkajian yang mendalam.

Lebih lanjut, aturan yang masuk dalam UU Minerba yang berbunyi pemberian royalti terhadap pemerintah harus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam hal ini, Jonan mengemukakan pendapat jika hal itu terjadi, artinya harus benar-benar meningkat besar kepada pemerintah, tentu hal itu akan mengganggu perkembangan industri.

“Bukan tidak akan menaikkan, saya bilang kalau royaltinya itu naik terus, itu mungkin industrinya tidak akan kondusif,” jelas Jonan.

Untuk itu, Jonan akan mengkaji kembali agar aturan pemberian royalti dari pelaku usaha kepada pemerintah bisa menguntungkan masing-masing pihak, bukan hanya pemerintah saja, seperti pemberian rotal dalam peraturan saat ini.

Baca Juga:  Sebut #2019GantiPresiden Makar, Jokowi Wajib Tegur Ngabalin

Ia menilai penerimaan negara sebenarnya tetap tinggi ketika harga komoditas sedang naik.

“Harga naik, tapi presentase royalti tetap maka penerimaan negara juga akan naik kan,” tutup Jonan.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer