Connect with us

Daerah

Menkumham Tolak Saran KPK Soal Koruptor Dipenjara di Nusakambangan, Ini Alasannya

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly menolak usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar koruptor ditempatkan di Lapas Nusakambangan. Yasonna khawatir, pemerintah akan kehilangan kontrol jika rencana tersebut dilaksanakan.

“Saya justru khawatir kalau ditaruh ke situ khusus korupsi justru kehilangan kontrol kita karena dia di pulau khusus nanti bisa lagi gawat anggota kita,” kata Yasonna di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (25/06/2019).

Menurut Yasonna, di Nusakambangan setiap lapas memiliki fungsi sendiri. Sehingga tidak semua narapidana harus diletakkan di Nusakambangan.

“Kan Nusakambangan itu untuk maximum security, super maximum security. Kalau pun ada medium security di situ itu adalah misalnya ada seorang napi dari super maximum kemudian dia semakin baik, semakin baik, tidak mungkin kita letakkan di situ. Kita pindah ke maximum, baik lagi udah dekat keluar, pindah ke minimum,” katanya.

Yasonna menyebut lapas di Nusakambangan itu dibuat khusus untuk narapidana narkoba, terorisme dan hukuman mati.

“Itu adalah utukk napi narkoba, teroris, hukuman mati itu di sana,” sebut Yasonna.

Yasonna juga pernah menyampaikan kekhawatiran para koruptor bisa pesta pora jika ditahan di Nusakambangan. Dia mengaitkan dengan peristiwa penyuapan eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang pernah terjadi.

“Memang itu nggak sembarangan orang datang ke sana. Saya khawatir justru sebaliknya, tujuannya baik menjadi ‘merdeka’ dia di sana, nggak ada yang mengawasi, wartawan pun tak bisa lihat. Kan kalau ke Nusakambangan kalau masuk ke situ harus berlapis (pemeriksaan-red) dia. Karena ada maximum security,” kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/06/2019).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer