Connect with us

Daerah

Menjelang Lebaran, Polisi Waspadai Potensi Munculnya Aksi Teror dari Nusakambangan

JARRAK.ID

Published

on

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono (Doc. Net)

SEMARANG – JARRAK.ID – Polda Jawa Tengah terus mengintensifkan pengawasan terhadap aksi teror yang dimungkinkan terjadi menjelang Idu Fitri pada tahun ini.

Langkah ini dilakukan pasca dipindahkannya sejumlah napi teroris ke Nusakambangan, Cilacap usai kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, 334 orang warga Jawa Tengah telah menjadi pelaku teroris, dengan rincian 125 orang masih menjalani hukuman dan 35 orang meninggal dunia. Tak hanya itu, 128 orang juga merupakan mantan napi teroris dan dan 46 orang menjadi DPO dalam pengawasan khusus.

“Antisipasi dini harus kami lakukan karena bisa kejadian kapan saja, tak terkecuali menjelang Lebaran. Dipindahkannya napiter dari Mako Brimob ke Nusakambangan bisa menjadi pemicu,” kata Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono di Semarang, Jumat, (25/05/2018).

Ratusan Simpatisan

Selain itu, Polda Jawa Tengah juga mengendus sekitar 201 warga Jawa Tengah yang menjadi simpatisan ISIS. Jumlah ini pun bisa bertambah dengan warga yang baru pulang dari Suriah.

“Kami saat ini juga mengendus 201 warga yang menjadi simpatisan ISIS, lengkap dengan koordinatornya,” kata Condro.

Di sisi lain,  dukungan pun datang dari jajaran TNI Kodam IV/Diponegoro. Pihak Kodam Diponegoro akan bersinergi dengan Polda Jawa Tengah dalam melakukan pemetaan hingga penindakan terhadap pelaku terorisme di Jawa Tengah.

“Kami siap mendukung Polda Jateng, apa pun kami akan bersinergi dalam menindak pelaku terorisme,” kata Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer