Connect with us

Kolom

Menjadi Guru Hebat: Sebuah Catatan Refleksi

Tidak banyak guru berkarakter pendidik, mereka yang serius dalam mengajarkan ilmunya dan mampu menjadi uswah hasanah dalam kesehariannya

MUHAMMAD ALI ZUBAIR

Published

on

Sepantasnya para guru untuk bersyukur bahagia, karena para guru ada lembaga pendidikan, tempat para pemegang peradaban di masa mendatang, bagian dari jalan-jalan menuju syurga.

Namun di sisi lain sosok guru punya amanah dan beban berat untuk mewujudkan anak-anak didiknya berkepribadian sholeh, berprestasi dalam ilmu dan mandiri dalam kehidupan lingkungan sosialnya

Tidak banyak guru berkarakter pendidik, mereka yang serius dalam mengajarkan ilmunya dan mampu menjadi uswah hasanah dalam kesehariannya, karena harus disadari keteladanan seorang guru lebih luar biasa nilainya jika dibandingkan dengan kegiatan mengajar yang dilakukan berjam-jam di kelas.

Karena ada sebagian guru, hanya membuka buku disaat mengajar dikelas, tidak risau dan gelisah melihat anak-anak didiknya yang bermasalah, santai dengan tidak pahamnya murid, merasa tidak punya beban disaat ada anak gagal naik kelas, bisanya hanya mampu mencari alasan pembelaan, anak-anak dikatakan bodoh dan kurang ajar, seakan-akan anak didik hanya objek ‘penelitian’ dan tempat kelas hanyalah ruang kerja.

Alangkah eloknya, jika guru itu senantiasa memberikan senyum dan sentuhan hati dalam menyapa anak-anak didiknya, menyiapkan diri dengan ilmu dan do’a dalam mengajar, memberikan contoh kebaikan perilakunya.

Sehingga sekolah tidak sekedar tempat ‘transfer’ ilmu tapi bisa menjadi tempat berbagi dan keluh kesah murid akan masalah yang dihadapinya.

Tempat bertanya akan ketidaktahuannya, sehingga ada interaksi emosional yang saling mencintai dan menyayangi, karena sekolah bukan sesuatu tempat yang menakutkan dan membebani.

Jadilah guru hebat, bukan sekedar menyandang sederet titel akademik, tapi ia memiliki kemauan, kamampuan dan kesempatan untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak didiknya.

Ia bahkan tidak bisa tidur nyenyak, merasa bersalah dan berdosa kalau melihat salah satu anak didiknya tidak ada perubahan kearah yang lebih baik.

Guru hebat itu, adalah sosok guru yang produktif dan efektif dengan karakteristik-karakteristik hebat. Ia mencari dan berusaha untuk menguasai beragam teknik, metode, atau pendekatan mengajar melalui cara-cara baru yang menyenangkan dalam menyampaikan materi.

Ia harus selalu memodifikasi teknik mengajarnya dan membuat anak-anak senantiasa menunggu kejutan apa yang akan disajikan di saat ia masuk ke kelas, suasana senyuman indah tersaji dengan untaian kata hikmah yang mampu membuat anak-anak semangat dalam meraih setiap harapan dan mimpi masa depannya.

Guru hebat itu harus kalian, kita atau saya! Karena seorang guru pantas untuk menyesal dan merugi kalau sekiranya anak-anak didiknya tidak lebih baik dan pintar dibandingkan dirinya sebagai guru.

Karena sebagai makhluk yang diciptakan, seorang guru pasti akan mengakhiri kehidupannya, namun jangan sampai kematian mengakhiri dan menutup pintu kebaikannya bersama dengan kematiannya. Anak-anak didiknya harus bisa menjadi investasi dan manifestasi jariyah kebaikan yang terus berkembang dan mengalir pahala untuk para gurunya.

Penulis: Pengasuh PPYD Al-Ikhlas

Advertisement

Populer