MenhubTarget 500 Ribu Tenaker Perhubungan Kerja di Luar Indonesia

2 min read

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi/Pic. Net

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berharap jumlah tenaga kerja perhubungan luar negeri lebih besar daripada tahun sebelumnya. Meskipun tidak menyebutkan angka berapa besarannya, namun ditargerkan lebih dari data yang telah ada, sebesar 400 ribu tenaga kerja perhubungan luar negeri.

“Kami maunya lebih banyak lagi, growth-nya (pertumbuhannya) 20 persen. Harusnya bisa sampai 500 ribu,” ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/3/2018).

Budi beranggapan bahwa tenaga kerja perhubungan di luar negeri sangat besar. Menurutnya, ketika ia berkunjung ke Singapura, pihak Singapore International Maritim mengajaknya untuk bekerja sama di bidang kelautan.

Ajakan tersebut dianggap sebagai peluang untuk membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja perhubungan Indonesia, khususnya di bidang kelautan.

Selain dengan Singapura, China juga menjadi lahan bagi tenaga kerja perrhubungan, khususnya tenaga kerja di bagian udara. Menurut Budi, saat ini pemerintah telah menjalin kerja sama dalam penyediaan pilot.

“Dengan China, kami ada kerja sama pilot, kami sedang ketemu duta besar China untuk memberikan kualitas yang sama dengan bangsa lain yang juga bekerja sama di sana. Jadi, potensinya banyak,” papar Budi Karya.

Meskipun begitu, tenaga kerja perhubungan Indonesia harus memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan di luar negeri, utamanya di bidang digital dan bahasa asing.

Pasalnya, sebut Budi, kemampuan digital saat ini sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi yang sedang gencar-gencarnya.

Jika tenaga kerja perhubungan Indonesia tidak bisa memenuhi standar kompetensi luar negeri, Indonesia akan terus ketinggalan. Hal ini tidak boleh terjadi.

“Makanya, saya sampaikan kepada taruna, bahasa inggrisnya fluently, digital itu canggih, jangan kayak saya gini yang sudah tua,” terang dia.

Karena itu, Budi juga berharap kepada atase agar jangan hanya menerima tamu dari luar negeri saja.

Tugas atase harus lebih dari sekadar sebagai Liason Officer (LO) tamu-tamu di kedutaan besar. Selama ini, kebanyakan atase perhubungan hanya memberikan laporan penerimaan tamu.

“Makanya, saya ingin di sana atase jangan sibuk antar jemput orang yang ke sana, yang harus dilakukan membuka ruang kerja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *