Mengintip Sengkarut Harga Eceran Beras

2 min read

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution/Pic. industry.co.id

JAKARTA – JARRAK.ID – Pemerintah menginisiasi untuk menurunkan angka harga beras jelas Bulan Puasa. Meski begitu, harga beras agaknya masih bertengger di posisi teratas. Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PHPS), harga beras medium hari ini berkisar di angka Rp11.900 per kilogram (kg).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa harga normal yang dimaksud oleh pemerintah tetap berlandaskan pada nilai level Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga berdasarkan HET sebelumnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 dan mulai diberlakukan pada 1 September tahun lalu.

Dalam peraturan tersebut, HET beras medium di Pulau Jawa, Lampung, Sulawesi, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Bali sebesar Rp9.450 per kg. Sementara, HET beras medium di daerah Sumatera (selain Lampung dan Sumatra Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan tercatat di angka Rp9.950 per kg.

Selain itu, harga level HET yang diatur pemerintah tertinggi berada di daerah Papua dan Maluku dengan harga sebesar Rp10.250 per kg.

Sementara itu, untuk beras dengan jenis premium, eceran tertinggi berdasarkan HET di daerah Pulau Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi berada di angka Rp12.800 per kg.

Selain itu, untuk jenis beras premium di daerah Sumatra (selain Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan berada di angka Rp.13.300 per kg. Kemudian, HET tertinggi tetap di daerah Papua dan Maluku dengan angka Rp13.600 per kg.

Kondisi harga di atas mensyaratkan pemerintah untuk melakukan hal terobosan untuk menurunkan harga beras medium sebanyak Rp1.600 per kg hingga Rp2.450 per kg. Menko Darmin justru menyebut hal itu sebagai langkah yang tidak mudah.

“Bapak Presiden dalam beberapa minggu terakahir ini mulai memerintahkan suatu hal yang tidak mudah, tapi kami harus bisa mewujudkannya,” sebut Darmin beberapa waktu lalu.

Inflasi Pangan Tidak Berhasil

Dengan begitu, kebijakan pemerintah tentang HET ditujukan terutama untuk mengendalikan inflasi bahan pangan. Namun begitu, dalam kenyatannya, komoditas beras justru menjadi penyebab utama inflasi dalam dua bulan terakhir tahun ini.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bahan pangan tercatat 2,47 persen secara tahun kalender (year to date) hingga Februari 2018.

Bahkan, inflasi bahan pangan di dua bulan pertama tahun ini juga memberi andil inflasi 2,68 persen terhadap inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen.

Dengan begitu, kebijakan HET untuk mengendalikan laju inflasi rupanya tidak berhasil pada komoditas beras. Sehingga, pemerintah perlu untuk segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *