Connect with us

Daerah

Mengharukan, Begini Penjelasan Setya Novanto Soal Fitnah ‘Makan Nasi Padang’ di RSPAD

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantan Ketua DPR, Setya Novanto memberikan penjelasan soal fitnah yang dialamatkan kepada dirinya, yang dituding makan nasi padang di sebuah kantin di lingkungan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Novanto mengatakan, berita yang selama ini beredar adalah tidak benar. Novanto menjelaskan bahwa dirinya makan bubur yang dibawakan oleh istrinya, Deisti Astriani sebelum menjalani perawatan media akibat penyakit jantung yang dideritanya.

“Jadi informasi yang selama ini beredar adalah tidak benar. Saya makan bubur yang dibawakan istri saya, karena kebetulan saya lewat kantin jadi sekalian minum dan makan bubur disana,” kata Novanto dalam keterangan resmi yang ditulis tangan yang diterima redaksi Jarrak.id, Kamis, (02/05/2019).

Selain itu kata Novanto, di lokasi dirinya makan bubur yang dibawakan istrinya juga ada petugas dari Lapas Sukamiskin dan pengawal dari kepolisian.

“Jadi saya sudah melaksanakan semua prosedur yang diterapkan Lapas Sukamiskin. Di lokasi tempat saya makan bubur juga ada pengawal dari Lapas Sukamiskin dan KPK,” terang dia.

Novanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Harwanto yang sudah meluruskan berita miring yang dialamatkan kepada dirinya.

“Terima kasih kepada Bapak Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto yang sudah meng-clear-kan masalah ini. Sehingga saya lebih tenang dalam menjalani perawatan media oleh dokter di RSPAD Gatot Subroto.

Sebelumnya, Tejo menuturkan, perawatan Novanto di RSPAD Gatot Subroto telah mendapat rujukan dari dokter Lapas Sukamiskin dan rumah sakit di Bandung. Karena harus mendapat penanganan khusus, Novanto dilarikan ke RSPAD.

Berdasarkan hasil diagnosa tim dokter, kata Tejo, Novanto mengidap sejumlah penyakit di antaranya, Chronic Kidney Disease (CKD) atau gagal ginjal kronis‎, vertigo, serta Coronary Artery Disease (CAD) atau kelainan pada pembuluh darah di bagian jantung.

Baca Juga:  Johannes Kotjo Sebut Setya Novanto Tidak Tahu Rencana Pembagian Fee Proyek PLTU Riau

“Itu diagnosa dokter, bahasa kedokterannya seperti itu,” ungkap Tejo.

Menurutnya, selama menjalani perawatan, Novanto mendapatkan pengawalan dari Lapas Sukamiskin.

Novanto juga berterima kasih kepada Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Utami yang sudah menugaskan tim untuk mencari fakta sebenarnya terhadap berita tidak benar yang menimpa dirinya.

“Atas bantuan ibu Dirjen, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dan kepada Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, tanpa mengurangi rasa hormat, saya memohon agar kebijakan-kebijakan Kalapas Sukamiskin tetap berjalan normal kembali, seperti sebelum saya berangkat untuk menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto,” kata Novanto.

Novanto juga meminta doa kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena dia akan segera melakukan operasi tindakan jantung di RSPAD Gatot Subroto.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Sri Puguh Budi Utami menjelaskan soal Setya Novanto yang diberitakan makan di restoran padang. Dia mengatakan lokasi Novanto makan itu ada di dalam kompleks RSPAD.

“Itu ada di dalam RSPAD ya, kafe apa di situ namanya. Nah yang bersangkutan jalan, jadi habis diperiksa terus jalan nyeruntul gitu sebentar mau angin-angin, terus rupanya duduk di situ,” kata Sri Puguh di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (30/04/2019).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak mengatakan jika izin berobat terhadap mantan Ketua DPR, Setya Novanto sudah sesuai dengan aturan. Menurut Liberti, apa yang dilakukan Lapas Sukamismin sudah sesuai dengan aturan, dan sudah dilaporkan kepada dirinya.

“RSPAD itu rumah sakit ya, oh berarti ada yang sakit. Kalau ada yang sakit normal saja. Saya pikir Kalapas sudah laporan ke saya apa yang dilakukan Kalapas sudah sesuai prosedur,” kata Liberti di kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa, (30/04/2019).

Baca Juga:  Dugaan Kartel Garam PT Garindo, Mahasiswa Gruduk Kantor DPRD Jatim

Liberti menyebut, Novanto dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto sudah sesuai dengan saran dokter Lapas Sukamiskin.

“Bahwa di lapas ada dokter, ya saya tahu, tapi dokter di lapas tidak bisa juga melakukan tindakan yang menurut standar mereka manakala penyakit agak serius. Manakala agak serius maka dirujuk, setelah dirujuk itu saran dari dokter yang di Bandung juga bahwa dokter rujukan kita itu yang merekomendasikan harus di RSPAD. Menyangkut penyakit, bahwa dokter kita ada dan itu dasar kita melakukan rujukan awal. Rujukan lanjutan bukan domain kita,” tuturnya.

Liberti juga membantah jika Novanto menyalahgunakan izin berobat. Menurutnya, apa yang terjadi sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ada penyalahgunaan siapa? Saya pikir dengan izin yang sudah seperti itu, kalau ada penyalahgunaan agak sedikit saya pertanyaan. Jangan digoreng ini berita. Nanti kalau ada napi di dalam meninggal salah lagi petugas PAS (Pemasyarakatan). Kalau makan masih di area rumah sakit, menurut saya, salahnya di mana? Kan yang ditemukan dia makan di rumah sakit kan. Pengawalnya bagus enggak memberikan keluar (rumah sakit) sesuai SOP kita,” katanya.

Advertisement

Berita Populer