Connect with us

Daerah

Mengerikan, Ini Sejumlah Senjata Mematikan yang Digunakan Massa Aksi Rusuh 22 Mei

JARRAK.ID

Published

on

Aksi 22 Mei di Jakarta yang berujung ricuh dan mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Polisi M Iqbal mengatakan bahwa ditemukan sejumlah senjata yang sangat membahayakan yang sengaja dibawa massa dalam aksi rusuh 22 Mei di Jakarta. Senjata yang ditemukan diantaranya senjata tajam jenis klewang, panah beracuh sampai mob molotov dan petasan roket.

“Bukan hanya benda kecil, tp pakai benda mematikan. Seperti molotov. Petasan roket. Itu berbahaya dan mematikan. Ada juga panah, panahnya beracun. Klewang. Pedang dan lain-lain,” ucap Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, (11/06/2019).

Selain itu, massa juga diketahui membawa batu yang akan digunakan untuk menyerang aparat kepolisian yang sedang menjaga aksi. Atas dasar itu, lanjut Iqbal, Polri menduga massa yang datang di sekitar Bawaslu pada pukul 22.30 WIB itu memang sudah direncanakan untuk membuat kerusuhan.

“Masa tersebut sudah didesain merusuh,” ujarnya.

Massa yang membuat rusuh berbeda dengan massa yang sejak siang melakukan aksi damai di depan Gedung Bawaslu.

“Ini segmen kedua. Sangat beda dengan masa damai. Segmen kedua pada pukul 22.30 tiba-tiba massa perusuh sekitar 500 orang di sekitar Bawaslu melakukan pengerusakan dan penyerangan kepada petugas. Bahkan petugas yang mengimbau diserang,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, bahwa pada kejadian itu, massa perusuh yang mulai melakukan penyerangan lebih dulu ke arah aparat Polisi dan TNI. Para personel Polri-TNI saat itu bersifat merespons atas serangan massa perusuh.

“Jadi publik harus paham. Bahwa kejadian kerusuhan yang mengawali adalah massa perusuh karena mereka menyerang duluan. TNI-Polri hanya melaksanakan respons atas penyerangan tersebut. Kami tidak menyerang tapi menghalau. Buktinya banyak,” kata Iqbal.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer