Connect with us

Other

Mengenal Sosok I Wayan Dusak: Mantan Dirjen PAS Kemenkum HAM yang Putuskan Jadi Caleg Partai Berkarya

JARRAK.ID

Published

on

I Wayan Kusmiantha Dusak (Foto: Istimewa)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sebelum dipromosikan menjadi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen PAS Kemenkum HAM), 10 Agustus 2015 lalu, I Wayan Kusmiantha Dusak, 58, punya pengalaman menggeluti beragam jenis pekerjaan. Salah satu putra terbaik Bali asal Tabanan ini merangkak mulai dari sebagai pekerja pabrik es, petugas asuransi, sopir tembak, kenek kuli bangunan, jadi wartawan, hingga instalator listrik.

Semua pekerjaan di masa mudanya itu dijalani dengan penuh tanggung jawab, lantaran kondisi perekonomian keluarganya saat itu terbatas. Kedua orangtuanya, I Nengah Rapuk dan Ni Ketut Batang, hanyalah pasutri petani penggarap di kampung halamannya kawasan Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan. Wayan Kusmiantha Dusak sendiri merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara.

Kini Dusak tak lagi menjabat sebagai Dirjen PAS Kemenkum HAM. Tetapi selama menjabat sebagai Dirjen PAS Kemenkum HAM banyak terobosan dan kebijakan inovatif yang dilakukan oleh dirinya, terutama dalam memperjuangkan hak-hak warga binaan.

“Sekalipun dia menjadi pegawai negeri di lingkungan Kemenkum HAM, tetapi penampilannya tidak berubah. Dia tetap menjadi teladan bagi sahabat-sahabatnya,” kata salah satu sahabat dekat I Wayan Dusak yang minta identitasnya dirahasiakan kepada redaksi Jarrak.id, Senin malam, (20/08/2018).

Ia kemudian membocorkan tujuan Dusak jadi calon legislatif (caleg) Partai Berkarya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali. Menurutnya, selain ingin memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Bali, Dusak juga ingin memperjuangkan hak-hak warga binaan yang sejauh ini belum dilaksanakan oleh pemerintah. Salah satunya misalnya hak mendapatkan remisi bagi warga binaan yang berperilaku baik selama di lembaga permasyarakatan.

“Itulah sebabnya jika beliau terpilih, beliau ingin duduk di Komisi III DPR,” kata dia.

Selain itu, ia menyebut Dusak memiliki jasa yang besar dalam melaksanakan tugasnya dulu sebagai Dirjen PAS Kemenkum HAM.

Baca Juga:  Ternyata Artidjo Alkotsar Pernah 9 Kali Tolak Terima Gaji, Ini Alasannya

“Dulu beliau pernah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh Lapas di Indonesia agar bagi setiap warga binaan yang memiliki anak usia sekolah mereka bisa berkunjung setiap hari Sabtu dan Minggu, atau pada saat sekolah sedang libur,” kenang dia.

Ia juga mengatakan, Dusak banyak membangun Lapas baru di Indonesia, sekalipun dengan pembiayaan yang terbilang minim dari pemerintah.

“Satu hal yang tidak pernah pudar dari beliau, yaitu memperjuangan hak-hak warga binaan sampai betul-betul dilaksanakan oleh negara,” tandas dia.

I Wayan Dusak kariernya terbilang moncer sejak dipromosikan menjadi Kadiv Administrasi Kanwil Kemenkum HAM Jawa Timur tahun 1991. Dari situ, Kusmiantha Dusak lanjut jadi Kepala Rutan Jenepontoh (1998), Kepala LP Watampone (2003), Kabag Kepegawaian Ditjen PAS (2005), Kadiv Administrasi Kanwil Kemenkum HAM Sulsel (2007), kembali jadi Kadiv Administrasi Kanwil Kemenkum HAM Jatim (2009), lalu Kakanwil Kemenkum HAM Bengkulu (2011), Kakanwil Kemenkum HAM Jabar (2012), Kakanwil Kemenkum HAM Jatim (2014), hingga akhirnya promisi jadi Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM (sejak 10 Agustus 2015).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer