Connect with us

Daerah

Mengenal Lebih Dekat Ketut Mardjana, Sang Transformator yang Dinilai Layak Pimpin Bangli

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Ketut Mardjana (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Nama Ketut Mardjana masuk dalam bursa calon kepala daerah yang diproyeksikan maju dalam Pilkada Kabupaten Bangli tahun 2020 mendatang.

Bahkan saat ini dukungan untuk putera asli Bangli ini terus mengalir. Pantas saja, pasalnya Ketut Mardjana merupakan satu dari sekian tokoh Bangli yang memiliki nama besar di kancah nasional. Sejumlah kesuksesan sudah ia dapatkan.

Namun sebelum namanya dikenal kalangan luas, Ketut Mardjana sebenarnya meristis karirnya mulai dari bawah. Oleh karena itu, pada kesempatan ini sedikit akan diulas soal latar belakang Ketut Mardjana.

Terlahir dari keluarga sederhana dengan ayah seorang petani dan ibu yang buta huruf, membuat Ketut Mardjana berkeinginan keras mengubah nasib. Pria asal Kintamani, Bali ini punya keyakinan hanya dengan belajar hidup akan menjadi lebih baik.

Pria kelahiran Bangli, 18 Maret 1958 ini, di tengah kemalangan hidup masa kecilnya di Desa Batur ia mampu bangkit membangun kesuksesan bermodalkan tekad dan kejujuran bahkan kini menjadi salah satu sosok profesional  yang sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Wajar saja segudang prestasi dan penghargaan hingga dinobatkan sebagai Asian Development Best Executive Awards, Asean Social and Economic Coorporate Golden Awards, People Of The Year 2011 sebagai Inspiring CEO 2011 dari Harian Seputar Indonesia, CEO BUMN Terbaik pilihan Majalah Tempo dan menjadi bos kantor Pos Se-ASEAN.

Bahkan nama Ketut Mardjana juga masuk dalam 5 tokoh Bali yang namanya paling dikenal publik. nama Ketut Mardjana sejajar dengan Menteri Pariwisata dan Menteri ESDM era Presiden SBY, Jero Wacik dan mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

Satu prinsipnya yang masih ia dipegang teguh sampai saat ini jangan pernah mengatakan ‘mungkin saya bisa melakukannya’, tapi kataklah ‘saya bisa melakukannya’. Kata ‘mungkin’ akan membuat semuanya terlihat berat dan mustahil.

Sehingga ia kemudian mengapatkan gelar sarjana dari Institut Ilmu Keuangan Jakarta dan doktoral dari Fakultas Ekonomi Universitas Monash, Melbourne, Australia.

Selain itu, Ketut Mardjana pernah bekerja sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Umum PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Direktur Eksekutif Keuangan PT CMNP Tbk, Direktur Informasi dan Pengembangan Peraturan BUMN di Kementerian Keuangan, dan menjadi komisaris di sejumlah perusahaan di antaranya Komisaris PT. Jasa Sarana, Komisaris PT Semen Gresik, Tbk, Komisaris PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, Komisaris PT Semen Tonasa (Persero), Komisaris PT Kapita Asia, serta Komisaris PT Perkebunan Nusantara XI.

Namanya kian meroket setelah ditunjuk Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Menteri No. KEO-166/MBU/2009 tertanggal 11 Agustus 2009 untuk duduk sebagai direktur Utama PT Pos Indonesia. Di bawah kepemimpinannya ia berhasil membangunkan “raksasa” pelat merah tersebut dari tidur panjangnya.

Dengan mengaplikasikan gagasan-gagasan baru melalui pemikiran-pemikiran out the box ditopang dengan gaya kepemimpinan transformasional yang memiliki vision, value dan courage, PT. Pos Indonesia tidak lagi menjadi perusahaan yang melayani jasa pos, tetapi juga memanfaatkan tangan-tangan guritanya sebagai kekuatan perusahaan jaringan.

Ia pun mampu mengembangkan kembali layar kapal BUMN berlogo burung merpati yang telah lama menggulung tersebut dengan mencetak keuntungan yang sangat fantastis. Di tahun 2008 sebelum ia menjabat tercatat perseroan mengalami kerugian mencapai Rp 70,749 miliar. Namun, begitu ditangani oleh Ketut Mardjana, perseroan langsung membukukan laba sebesar Rp 98,266 miliar. Bahkan di tahun 2012 perseroan mencatat laba dua kali lipat yaitu lebih dari Rp 212 miliar dan merupakan rekor penjualan yang tak pernah terpecahkan hingga saat ini.

Kegigihan dan kerja keras yang ditunjukkan Ketut Mardjana memang layak menjadi pelajaran hidup bagi kira semua. Sebuah perjuangan dan ketekunan yang mengantarkannya mendapatkan sejumlah prestasi dan posisi prestisius.

Membesarkan Toya Devasya

Usai tak lagi menjabat sebagai Dirut Pos Indonesia, Ketut Mardjana kemudian mulai kembali mengembangkan Toya Devasya dengan menggunakan lahan seluar 2 hektar di dekat Danau Batur, Kintamani, Bangli. Toya Devasya ia rintis sebelum dirinya ditunjuk sebagai Dirut Pos Indonesia.

Di atas tanah itulah, ia bersama dengan masyarakat setempat berusaha untuk mengembangkan potensi pariwisata Batur. Toya Devasya berusaha mengandalkan wisata alam yang masih alami dalam menarik minat wisatawan asing.

Perjuangannya tak sia-sia. Dengan ketekunan dan kepiawaiannya ia berhasil mengembangkan Toya Devasya sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Bangli.

Di bawah kepemimpinannya sekarang, ia benar-benar memanfaatkan segala macam potensi sumber daya lokal termasuk karyawan yang berjumlah hampir 250 orang yang 95 persen berasal dari penduduk setempat dilatihnya sendiri, diberikan kemampuan hospitality yang mumpuni agar tercapai standar pelayanan dan kualitas sebagaimana diterapkan secara internasional.

Didorong Maju Pilkada Bangli

Ketut Mardjana dengan sejumlah prestasi dan pengabdiannya kepada tanah kelahirannya membuat ia kini didorong maju dalam Pilkada Bangli 2020 mendatang.

tokoh Bangli dari Puri Kawan Tanggu Lingkungan Puri Agung Bangli, Anak Agung Gede Rai ikut memberikan dukungan kepada Mardjana.

“Terus-terang dalam perbincangan dengan para tokoh di Bangli, nama Pak Mardjana ini selalu disebut-sebut belakangan ini. Saya dengan beberapa tokoh pariwisata yang rutin lakukan obrolan tentang pembangunan Bangli, melihat sosok mantan Dirut PT Pos ini cocok memimpin daerah kami,” ujar Agung Rai di Denpasar, Kamis (18/7/2019) lalu.

Menurut dia, Mardjana dianggap memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, kreatif dan yang paling penting Mardjana juga punya kemampuan kewirausahaan yang merupakan salah satu syarat mutlak bagi pemimpin di era milenial.

Dia menegaskan bahwa Bangli membutuhkan pemimpin yang mampu mengembalikan kejayaan Bangli, terutama dalam aspek pertanian dan peternakan.

“Dulu Bangli dikenal sebagai daerah penghasil buah, bukan hanya jeruk, tetapi juga papaya dan pisang. Demikian pula di bidang peternakan, Bangli pernah tercatat sebagi daerah penghasil babi dan sapi. Tetapi harus diakui bahwa sekarang memang ada kemunduran. Sehingga saya meyakini, dibawah kepemimpinan Mardjana, kejayaan itu akan kembali bisa dihadirkan untuk Bangli,” tegas dia.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer